Deretan Hewan Herbivora yang Sangat Berbahaya

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 30 November 2020
Deretan Hewan Herbivora yang Sangat Berbahaya

Ternyata hewan herbivora bisa sangat berbahaya. (Foto: Pixabay/18986)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBANYAKAN orang berpikir hanya hewan karnivora saja yang berbahaya karena pemakan daging dan memiliki insting yang kuat untuk menyerang. Apalagi hewan karnivora seperti singa, macan, buaya, dan hiu sering diberitakan menyerang bahkan sampai membunuh manusia. Meskipun begitu, bukan berarti hewan herbivora tidak berbahaya dan aman berdekatan dengan manusia.

Melansir dari listverse.com, layaknya hewan karnivora yang suka mennyerang, beberapa jenis hewan herbivora bisa sangat berbahaya dan menjadi pembunuh dalam hitungan detik. Perlu diketahui, hewan akan menyerang manusia jika dirinya merasa terancam atau kamu memasuki wilayah kekuasaannya.

Baca juga:

5 Mitos Anti-Aging, Mana yang Kamu Percaya?

1. Kuda nil

Gigitan kuda nil mampu mematahkan tulang. (Foto: Pixabay/karlins_u)
Gigitan kuda nil mampu mematahkan tulang. (Foto: Pixabay/karlins_u)

Kuda nil sering digambarkan sebagai hewan yang lucu dan menggemaskan. Bertubuh gemuk dan memiliki beberapa gigi tepat di depan mulut, kuda nil ternyata tak segan menyerang siapa pun yang berani melewati garis territorial kekuasaannya. Meskipun hanya memiliki sedikit gigi, ukurannya yang besar mampu mematahkan tulang lawannya dalam sekejap.

2. Gajah

Hati-hati gajah bisa tak sengaja menginjak manusia. (Foto: Pixabay/KELLEPICS)
Hati-hati gajah bisa tak sengaja menginjak manusia. (Foto: Pixabay/KELLEPICS)

Gajah biasa digunakan sebagai atraksi di kebun binatang. Bisa untuk dinaiki oleh para pengunjung atau atraksi melukis. Gajah memang dapat hidup berdampingan dengan manusia, tetapi dengan tubuh besarnya, hewan ini bisa saja tak sengaja menginjak manusia.

Baca juga:

Museum London akan Memanen Mimpi untuk Penelitian

3. Burung Kasuari

Tendangan burung Kasuari terkenal mematikan. (Foto: Pixabay/Lolame)
Tendangan burung Kasuari terkenal mematikan. (Foto: Pixabay/Lolame)

Burung Kasuari merupakan salah satu spesies burung terbesar di Papua dan Australia. Kasuari terkenal dengan tendangan kakinya yang mematikan serta dalamnya cakaran kuku yang mampu menembus daging sampai tulang. Ngeri!

4. Gorila

Gigitan gorila mampu mencabik tubuh manusia dalam hitungan detik. (Foto: Pixabay/AD_Images)
Gigitan gorila mampu mencabik tubuh manusia dalam hitungan detik. (Foto: Pixabay/AD_Images)

Memang tak banyak orang yang berani berinteraksi dengan gorila karena tubuhnya yang gagah besar serta gigi taringnya yang panjang. Jangan main-main dengan gorila. Ketika mereka marah, hantaman tangannya yang besar dan gigitannya bisa membuat manusia tercabik-cabik hanya dalam hitungan detik!

5. Badak

Badak mudah merasa terancam. (Foto: Pixabay/Free-Photos)
Badak mudah merasa terancam. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Badak terbiasa hidup di alam liar. Di sana mereka hidup berkelompok dan membuat daerah kekuasannya masing-masing. Baik hewan lain atau manusia yang berani mendekati akan dianggap mengancam keselamatan keluarganya sehingga badak dengan sigap menyerang dengan cula yang kuat dan tajam. (mar)

Baca juga:

Biskuit Jepang Catat Rekor di Guinness World Records

#Fakta Unik #Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Dunia
Selamat Tahun Baru dari Kiribati, Atol Kecil yang Jadi Tempat Pertama Menyambut 2026
Pulau Kiribati menjadi lokasi pertama di dunia yang menyambut tahun baru pada pukul 17.00 WIB.
Dwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
  Selamat Tahun Baru dari Kiribati, Atol Kecil yang Jadi Tempat Pertama Menyambut 2026
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Bagikan