MerahPutih.com - BP Batam, RSBP Hospital dan dClinic menggelar serangkaian lokakarya bertema Perencanaan Implementasi di Batam. Lokakarya tersebut merupakan lanjutan dari forum Juni 2019 untuk membahas peningkatan kemajuan Batam sebagai Zona Ekonomi Digital.
Kegiatan ini difasilitasi oleh penasihat utama dClinic, Deloitte South East Asia dan JP Consulting (Australia). Sedangkan yang hadir adalah para eksekutif, para ahli kesehatan vitalitas, blockchain, investor, manajemen pusat data, dan para ahli fasilitas.
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia dan BP Batam baru-baru ini mengumumkan rencana Batam untuk menjadi Zona Ekonomi Digital, Zona Bebas Perdagangan Medis, dan Hub Logistik Blockchain. Ke depan, Batam akan menjadi Pusat Unggulan dan Zona Pengembangan Ekonomi Blockchain di Indonesia.
"Tujuan utama lokakarya ini adalah menyelesaikan perencanaan dClinic untuk membangun pusat vitalitas pertamanya di dalam RSBP hospital yang baru dan meluncurkan Program Loyalitas Vitalitas untuk Indonesia,” kata Dr Edi Pambudi yang merupakan wakil dari pemerintahan.

Stephen Moo yang merupakan MD dClinic untuk Indonesia) menambahkan, Batam akan menjadi showcase dClinic International di Indonesia. Terutama untuk Healthcare Blockchain. “PHB akan memperkuat layanan kesehatan dan vitalitas, serta wisata medis di Batam dan Indonesia,” kata dia.
Blockchain memungkinkan electronic medical records yang fleksibel dan berfokus pada konsumen yang dapat merangkum tidak hanya perawatan kesehatan tradisional, tetapi kesehatan dan vitalitas. “PHB dClinic adalah infrastruktur EHR yang tepat untuk Batam dan Indonesia,” tambah CEO dClinic Dr. Richard Satur.