Headline

Data Pengguna Facebook Dijual, Mark Zuckerberg Minta Maaf

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 22 Maret 2018
Data Pengguna Facebook Dijual, Mark Zuckerberg Minta Maaf

Bos Facebook Mark Zuckerberg (Foto: Facebook)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kasus Cambridge Analytica benar-benar menjadi pukulan telak bagi pemilik Facebook Mark Zuckerberg. Sebagaimana diketahui dalam investigasi media teknologi ternama Weird menyatakan Cambridge Analytica mengambil data pengguna Facebook kemudian digunakan dalam kampanye Donald Trump dalam Pilpres AS tahun 2016 silam.

Pada Rabu (21/3) waktu setempat Mark Zuckerberg meminta maaf atas kesalahan pengusahaannya dalam menggunakan data pribadi 50 juta pemilik akun Facebook. Lebih lanjut, salah satu orang terkaya Amerika Serikat itu berjanji untuk membatasi akses terhadap pengembangan ke jaringan media sosial terbesar dunia tersebut.

Lebih lanjut, Facebook akan memberikan ruangan pengawasan dari pemerintah di Eropa dan Amerika Serikat akibat tuduhan bahwa datanya dimanfaatkan untuk kepentingan konsultan politik.

"Itu pelanggaran besar pada kepercayaan. Saya benar-benar menyesal. Kami memiliki tanggung jawab dasar untuk melindungi data orang," kata Zuckerberg dalam wawancara dengan CNN, memecah keheningan sejak skandal itu terungkap pada akhir pekan lalu.

Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaannya membuat kesalahan, menyatakan perlu bangkit dan melakukan sesuatu untuk kembali mendapat kepercayaan dari para pemakai Facebook seluruh dunia.

Dia mengatakan jejaring sosial itu berencana melakukan penyelidikan terhadap ribuan aplikasi yang telah menggunakan platform Facebook, membatasi akses pengembang pada data, dan memberikan penggunanya alat untuk menonaktifkan akses ke data Facebook.

Rencana Zuckerberg tidak menunjukkan pengurangan besar pada kemampuan pengiklan untuk menggunakan data Facebook, yang merupakan sumber kehidupan perusahaan.

Zuckerberg sebagaimana dilansir Antara dari Reuters Kamis (22/3) mengatakan pihaknya terbuka untuk peraturan tambahan dari pemerintah dan bersedia untuk bersaksi di hadapan Kongres AS jika dia adalah orang yang tepat.

"Saya tidak yakin kita tidak seharusnya diatur," katanya kepada CNN, "Saya benar-benar berpikir pertanyaannya adalah apa peraturan yang lebih tepat ketimbang ya atau tidak, haruskah itu diatur? ... Orang-orang harus tahu siapa yang membeli iklan yang mereka lihat di Facebook." Zuckerberg mengatakan Facebook bertekad menghentikan campur tangan dalam pemilihan umum paruh waktu AS pada November serta pemilihan umum di India dan Brasil.(*)

#Facebook #Mark Zuckerberg #Media Sosial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Film The Social Reckoning Tak Sesuai Ekspektasi, Ini Penyebabnya
Film The Social Reckoning garapan Aaron Sorkin hanya meraih US$5,5 juta pada debut box office. Simak sinopsis, pemain, dan perbandingannya dengan The Social Network
ImanK - Senin, 12 Oktober 2026
Film The Social Reckoning Tak Sesuai Ekspektasi, Ini Penyebabnya
Tekno
33 Juta Konten Pornografi Anak Tersebar di FB-IG, Meta Mulai Babat Pakai AI
Meta mengerahkan kecerdasan buatan (AI) canggih guna membasmi 33,2 juta konten eksploitasi seksual anak di Facebook dan Instagram.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
33 Juta Konten Pornografi Anak Tersebar di FB-IG, Meta Mulai Babat Pakai AI
Tekno
Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Meta menyebut Charm akan siap dikirimkan untuk liburan Desember mendatang.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
 Kejutan, Meta Kenalkan Perangkat AI Portabel Muse Charm
Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Dunia
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Selandia Baru telah mengkaji rencana pelarangan media sosial selama lebih dari setahun.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
ShowBiz
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Dunia
Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Persidangan ini akan menguji tuduhan empat negara bagian tersebut bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram agar bersifat adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
 Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Fun
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Instagram memperbarui logo teks setelah sekitar 10 tahun. Desain baru tampil lebih bersih dan modern, dengan bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
Satwa Dilindungi Kasturi Kepala Hitam, Kakatua Koki dan Nusu Bayan Diperjualbelikan di Facebook
Dari pemeriksaan di lokasi, tim menemukan tujuh ekor burung dilindungi yang diduga akan diperjualbelikan. MH beserta seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Satwa Dilindungi Kasturi Kepala Hitam, Kakatua Koki dan Nusu Bayan Diperjualbelikan di Facebook
Bagikan