Dari Jaksa hingga Jadi Presiden Iran, Mengenal Lebih Dekat Sosok Ebrahim Raisi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 20 Mei 2024
Dari Jaksa hingga Jadi Presiden Iran, Mengenal Lebih Dekat Sosok Ebrahim Raisi

Presiden Iran Seyyed Ebrahim Raisi. (Foto: ANTARA/HO-TREND News-OANA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Duka mendalam dirasakan oleh rakyat Iran. Presiden Iran Ebrahim Raisi dinyatakan meninggal setelah helikopter yang membawanya jatuh di kawasan provinsi Azerbaijan Timur.

Tokoh politik berusia 63 tahun ini telah lama dianggap sebagai penerus alami dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi otoritas tertinggi di Iran.

Sebagai sosok yang memiliki koneksi di kalangan peradilan dan elit agama, Raisi menjadi seorang politisi garis keras dan konservatif dalam hal agama. Dikutip dari Aljazeera pada Senin (20/5), Raisi pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2017 namun gagal, dan akhirnya terpilih pada 2021.

1. Tahun-tahun awal

Raisi mulai belajar di seminar agama Qom yang terkenal pada usia 15 tahun. Ia terus belajar di bawah bimbingan beberapa cendekiawan Muslim pada masa itu. Pada awal usia 20-an, ia ditunjuk sebagai jaksa di beberapa kota secara berurutan hingga akhirnya pindah ke Teheran untuk bekerja sebagai wakil jaksa.

Baca juga:

Presiden Iran Ebrahim Raisi Dipastikan Tak Selamat dari Insiden Kecelakaan

Selain itu, selama lima bulan pada 1988, ia menjadi bagian dari komite yang mengawasi serangkaian eksekusi tahanan politik, masa lalu yang membuatnya tidak populer di kalangan oposisi Iran dan membuat Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya. Pada 1989, ia ditunjuk sebagai jaksa di Teheran setelah kematian Pemimpin Tertinggi pertama Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini.

2. Jalan menuju presiden

Raisi pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2017 melawan Hassan Rouhani, yang mencalonkan diri untuk terpilih kembali. Rouhani telah mengawasi negosiasi kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia, yang membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

Setelah kekalahannya, Raisi mulai merencanakan kampanye presiden berikutnya. Pada Juni 2021, ia memenangkan 62 persen suara, tetapi pemilihan itu dirusak oleh jumlah pemilih yang rendah sebesar 48,8 persen, setelah beberapa reformis dan moderat dicegah untuk mencalonkan diri.

3. Koneksi

Kredensial Raisi dalam lembaga keagamaan sangat kuat, dengan hubungan yang solid dengan mendiang Khomeini dan Khamenei, yang telah menunjuknya untuk beberapa posisi senior. Dia juga berhasil menjaga hubungan baik dengan semua cabang pemerintahan, militer, legislatif, serta kelas penguasa teokratis nan kuat. (far)

#Iran
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Dunia
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyatakan keprihatinan mendalam mengenai potensi dampak terhadap stabilitas regional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Israel Belum Siap Serangan Balasan, Trump Batalkan Serangan ke Iran
Dunia
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan jumlah korban tewas akibat aksi protes nasional di Iran telah melampaui 2.500 orang
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Indonesia
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Situasi Iran kian memanas usai ancaman invasi AS dan kerusuhan meluas. Komisi I DPR RI meminta Kemlu menyiapkan evakuasi demi keselamatan WNI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Indonesia
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Situasi keamanan Iran memanas usai ancaman invasi Amerika Serikat. Kemlu RI mengimbau WNI menunda perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Dunia
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Besarnya jumlah korban mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Indonesia
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Berdasarkan penilaian KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan hingga Senin (12/1), evakuasi juga belum diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Kemenlu Belum Akan Evakuasi WNI Dari Iran
Indonesia
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Iran menekankan bahwa intervensi Amerika Serikat itu secara khusus melanggar prinsip kedaulatan nasional, nonintervensi dalam urusan internal negara, dan larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Trump Kembali Ancam Iran, Siap Ambil Tindakan Keras
Dunia
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Kedubes Iran di Jakarta mengungkap penyebab kerusuhan massal di Iran yang menewaskan ribuan orang. Demo ekonomi disebut disusupi aksi kekerasan dan intervensi asing.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Dunia
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan secara independen.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Bagikan