Dari Agustus Sampai Oktober DPR Telah Menyetujui 8 RUU Jadi UU

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 25 Oktober 2017
Dari Agustus Sampai Oktober DPR Telah Menyetujui 8 RUU Jadi UU

Ketua DPR Setya Novanto (Merahputih.com /Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPR Setya Novanto mengatakan institusinya selama Masa Persidangan I Tahun Sidang 2017-2018 yang berlangsung sejak 16 Agustus hingga 25 Oktober 2017 telah menyetujui delapan Rancangan Undang-Undang (RUU) menjadi UU.

"Dalam pelaksanaan fungsi legislasi, selama masa sidang I, DPR bersama pemerintah telah menyetujui delapan RUU," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (25/10).

Setnov mengatakan, delapan RUU itu seperti RUU tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU no 2 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU no 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU.

Novanto menilai RUU itu mengatur secara komprehensif mengenai keormasan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 sehingga diharapkan tidak ada lagi kebebasan berkumpul dan berserikat yang dijalankan tanpa memperhatikan falsafah Pancasila dan nilai-nilai UUD 1945.

"Diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan penerapan sanksi dan prosedur hukum yang memudahkan pemerintah mengawasi ormas yang secara ideologis bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.

Kedua menurut dia, RUU tentang Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri (PPILN) yang disepakati perubahan judulnya menjadi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menjelaskan bahwa RUU tersebut mengatur terkait pemisahan tugas dan wewenang kementerian secara tegas, peran pemerintah daerah, dan pelayanan terpadu satu atap bagi pekerja migran.

"RUU ini akan memberikan perlindungan yang maksimal dan pelayanan terbaik bagi pekerja migran Indonesia," katanya.

Ketiga menurut dia RUU tentang Konvensi Minamata mengenai Merkuri hang mengatur pengadaan dan perdagangan merkuri dan senyawa merkuri termasuk pertaimbangan merkuri.

Dia menjelaskan RUU keempat yang disetujui adalah RUU tentang Pengesahan Konvensi ASEAN Menentang Perdagangan Orang terutama Perempuan dan Anak.

"Konvensi itu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang terutama perempuan dan anak serta memberikan perlindungan dan bantuan terhadap korban tindak pidana perdagangan orang," ujarnya.

RUU kelima menurut dia tentang Pengesahan Persetujuan antara Indonesia dengan Republik Rakyat China terkait ekstradiksi sehingga diharapkan hubungan kedua negara dapat meningkat khususnya dalam bidang penegakkan hukum, pemberantasan kejahatan.

Dia menjelaskan RUU keenam adalah tentang Pengesahan Persetujuan antar prmerintah Indonesia dengan Pemerintah Papua Nigini terkait kerjasama di bidang pertahanan.

Ketujuh menurut Novanto RUU tentang Pengesahan Protokol Persetujuan Marrakesh mengenai pembebtukan organisasi perdagangan.

Kedelapan menurut dia RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun Anggaran 2018. (*)

#Setya Novanto #DPR RI #Ketua DPR RI #Rancangan Undang-Undang #Undang-Undang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Demo Jakarta 20 Oktober 2026 akan dimulai pukul 10.00 WIB. Ada sejumlah jalan alternatif yang bisa dilalui.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Indonesia
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Penerimaan bantuan luar negeri bukan berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Indonesia
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi dan pernyataan resmi.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Indonesia
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Baleg DPR RI dan pemerintah tetap mengejar target penyelesaian RUU Hak Cipta pada 17 Desember 2026 meski pembahasan DIM disesuaikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Indonesia
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
UU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan. Regulasi ini mengatur larangan menahan ijazah, pesangon, JKP, cuti pekerja perempuan, magang, disabilitas, dan sanksi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
DPR Resmi Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna, Terdiri dari 23 Bab dan 313 Pasal
DPR RI mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna, Selasa (6/10). UU ini terdiri dari 23 bab dan 313 pasal.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Resmi Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna, Terdiri dari 23 Bab dan 313 Pasal
Indonesia
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Demo di Gedung MPR/DPR akan berlangsung 6-8 Oktober 2026. Polisi pun menyiapkan sejumlah jalan alternatif.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Pengalaman panjang Tata, termasuk kiprahnya di PBB, menjadi modal penting untuk memimpin Kemenlu di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Indonesia
Komjen Suyudi Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
DPR menugaskan Komisi III untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri.
Frengky Aruan - Kamis, 01 Oktober 2026
Komjen Suyudi Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Bagikan