Dapat Ucapan Selamat dari PKS, Prabowo: Jangan Lupakan Kawan Lama
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR di Cikini, Jakarta, Sabtu (6/4/2019) (ANTARA/HO-Humas MPR)
MerahPutih.com - Wakil Ketua Majlis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto yang hari ini dilantik sebagai Menteri Pertahanan.
"Dan secara khusus, tadi kepada Pak Prabowo saya sampaikan selamat dan saya doakan agar beliau sukses menjalankan amanah ini," kata Wakil Ketua MPR ini di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10).
Baca Juga:
Susi Pudjiastuti Tak Dipilih Kembali, Pengamat: Dia Ingin Menikmati Hidup
Ia mengaku, Prabowo sangat senang atas ucapan selamat darinya.
"Dan beliau sampaikan ke saya 'terima kasih dan jangan pernah lupakan kawan lama'. Kita adalah kawan lama, pasti akan terus bersama-sama," imbuhnya.
PKS sebagai eks rekan koalisi di Pilpres 2019 itu menghormati keputusan Prabowo yang akhirnya memilih bergabung ke pemerintahan. Hidayat mengatakan, PKS bersama partai-partai lain di parlemen akan mengawal kebijakan pemerintahan dengan kritis dan solutif.
"Yang namanya kewajiban anggota Dewan adalah melakukan kontrol terhadap eksekutif, artinya seluruh anggota Dewan harus melakukan balances dan melakukan check juga. Nah ini lah yang harus dikawal rekan-rekan yang anggota DPR. Jangan hanya karena temannya jadi menteri kemudian tidak kritis. Kritis yang konstruktif, kalau baik ya oke, apresiasi, tapi kalau ada alternatif lebih bagus, berikan alternatif kritik yang solutif," ujarnya
Sekalipun Gerindra dan PKS pernah berkoalisi dalam kontestasi Pilpres 2019, dan Gerindra telah memutuskan bergabung dengan pemerintahan, Hidayat menegaskan partainya tidak berdiri sendiri sebagai oposisi pemerintah. Terbukti, PAN dan Partai Demokrat tidak bergabung dalam kabinet Indonesia Maju.
Baca Juga:
Dengan Izin Dokter, Wiranto Serah Terima Jabatan ke Mahfud MD
Penegasan tersebut bahkan telah disampaikan sebelum Jokowi mensortir para kandidat calon menteri.
Ia mengatakan, seluruh pihak sebaiknya tidak mendikotomi posisi partai politik baik di luar atau pun di dalam pemerintahan.
"Jangan ada dikotomi, seolah di dalam kabinet membangun di luar kabinet tidak membangun. Di mana pun kita berada, kita bangun bangsa melalui fungsi dan kewenangan yang kita miliki," ujarnya.
Hidayat mengatakan, oposisi maupun koalisi tak akan berdampak besar karena sama-sama bertujuan memajukan Indonesia. Dia tidak ingin pemikiran kelompok kabinet yang dapat membangun Indonesia.
"Masing-masing akan melakukan penyikapan lebih lanjut. Segeralah kabinet bekerja secara maksimal agar kami di DPR bisa mengawasi," ujar dia. (Knu)
Baca Juga:
Ditunjuk Jadi Calon Kapolri, Irjen Idham Azis: Saya Siap Jalankan Amanah
Bagikan
Berita Terkait
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan