Dampak Virus Corona, Angka Kredit Macet di Solo Tembus 10,26 Persen

Eddy FloEddy Flo - Senin, 09 Maret 2020
  Dampak Virus Corona, Angka Kredit Macet di Solo Tembus 10,26 Persen

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Solo, Jawa Tengah, Eko Yunianto, Senin (9/3). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Solo, Jawa Tengah, Eko Yunianto menegaskan angka non performing loan (NPL) atau kredit macet di wilayah Solo pada Januari 2020 mencapai 10,26 persen. Angka ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan Januari 2019 yang hanya 2,08 persen.

"Angka tersebut menurutnya saya melebihi angka kredit macet di Jawa Tengah yang hanya sebesar 4,74 persen," ujar Eko di Solo, Senin (9/3).

Baca Juga:

Alami Gejala Mirip Corona, Dua Orang Masuk Ruang Isolasi RSUD Moewardi Solo

Eko memaparkan, penyebab tingginya angka kredit macet di Kota Solo disebabkan karena gagal bayar atau pembayaran yang tak lancar dari satu perusahaan besar yang ada di Kota Solo sejak September lalu.

OJK Solo mengungkapkan dampak corona membuat kredit macet
OJK Solo mengungkapkan dampak corona terhadap kredit macet (MP/Ismail)

"Jika dihitung kontribusinya sebesar 30 persen dari total angka kredit macet di wilayah Soloraya. Pembayaran kredit yang tidak lancar dari satu debitur tersebut membuat NPL secara keseluruhan tinggi karena outstanding-nya besar," tutur dia.

Ia menjelaskan perbankan yang menjadi kreditur berasal dari perusahaan yang cukup banyak dan semuanya merupakan perbankan besar. Munculnya kasus virus corona atau COVID-19, kata dia, ikut memperparah kondisi debitur.

"Ya perusahaan itu operasionalnya terganggu. Biasanya mereka dengan mudah melakukan ekspor dan impor mengalami gangguan akibat viru corona," kata dia.

Eko mengatakan OJK terus berkoordinasi dengan perbankan yang bersangkutan untuk memonitor debitur yang bersangkutan. Sebab jika dibiarkan terus gagal bayar maka akan berdampak lebih luas.

"Kami juga minta bantuan OJK pusat karena bank-bank besar yang memberikan pinjaman adalah bank yang berkantor di Jakarta," pintanya.

Baca Juga:

Ngabalin: Informasi Virus Corona dari Medsos Bisa Bawa Malapetaka

Sementara itu, terkait angka kredit macet per kota/kabupaten di Soloraya masing-masing sebesar 13,54 persen untuk Kota Solo, Kabupaten Boyolali 1,89 persen, Kabupaten Sragen 1,82 persen, disusul Kabupaten Klaten 1,81 persen, Kabupaten Sukoharjo sebesar 1,73 persen, Kabupaten Karanganyar 1,63 persen dan paling kecil kabupate Wonogiri dengan angka kredit macet 1,58 persen.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Respons Pemerintah Sikapi Seorang WNI Positif Corona di Singapura

#Kredit Macet #Otoritas Jasa Keuangan #Virus Corona #Penyakit Corona
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Profil Friderica Widyasari Dewi: Mantan Aktris Sinetron dan Istri Kepala BNPT yang Kini Jadi Petinggi OJK
Kiki Widyasari, sapaan akrab Friderica Widyasari Dewi menggantikan Ketua OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara yang mengundurkan diri.
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Profil Friderica Widyasari Dewi: Mantan Aktris Sinetron dan Istri Kepala BNPT yang Kini Jadi Petinggi OJK
Indonesia
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK
Sebelumnya, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK
Indonesia
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah sejumlah pejabat teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Indonesia
Susul Dirut BEI, Mahendra Siregar dan Sejumlah Petinggi OJK Mengundurkan Diri
Guna mencegah kekosongan kepemimpinan, OJK memastikan bahwa pelaksanaan tugas Ketua Dewan Komisioner, KE PMDK, dan DKTK untuk sementara waktu akan dijalankan sesuai tata kelola yang berlaku
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Susul Dirut BEI, Mahendra Siregar dan Sejumlah Petinggi OJK Mengundurkan Diri
Indonesia
DPR Tagih Janji OJK Buat Perizinan Selevel Platform Global
OJK harus meningkatkan kecepatan respons terhadap pelanggaran dengan melibatkan Satgas PASTI
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
DPR Tagih Janji OJK Buat Perizinan Selevel Platform Global
Indonesia
200 Ribu UMKM Debitur KUR Terdampak Bencana Sumatera Dapat Keringanan
Berdasarkan pendataan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan, terdapat 2.304.297 UMKM terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
200 Ribu UMKM Debitur KUR Terdampak Bencana Sumatera Dapat Keringanan
Indonesia
Matel Tewas Dikeroyok Tanpa Senjata, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kebakaran Dekat TMP
Motif di balik insiden tragis ini diduga kuat adalah masalah utang piutang sepeda motor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Desember 2025
Matel Tewas Dikeroyok Tanpa Senjata, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Kebakaran Dekat TMP
Indonesia
Kejagung Sita 72 Mobil PT Sritex, Eks Karyawan Pertanyakan Pesangon yang Belum Dibayar
Kejagung menyita 72 mobil PT Sritex. Namun, eks karyawan PT Sritex mempertanyakan pesangon yang belum dibayarkan sampai saat ini.
Soffi Amira - Kamis, 10 Juli 2025
Kejagung Sita 72 Mobil PT Sritex, Eks Karyawan Pertanyakan Pesangon yang Belum Dibayar
Indonesia
Lapor Mas Wapres Terima 7.590 Aduan, Pelapor Minta Bantu Lunasi Kredit hingga Tebus Ijazah
Lapor Mas Wapres menerima 7.590 aduan dari masyarakat. Namun, masih ada laporan yang menunggu proses verifikasi serta kelengkapan dokumen.
Soffi Amira - Senin, 09 Juni 2025
Lapor Mas Wapres Terima 7.590 Aduan, Pelapor Minta Bantu Lunasi Kredit hingga Tebus Ijazah
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan