PADA 9 September 2018 lalu, marketplus Shopee lewat kampanye Super Shopping Day berhasil menembus 5,8 juta transaksi dalam waktu 24 jam saja. Selain itu, Lazada juga memecahkan rekor dengan transaksi sebesar Rp1,6 triliun dalam program Online Revolution.
Fakta di atas menunjukkan bahwa perubahan besar telah terjadi dalam tradisi belanja masyarakat Indonesia dari konvensional ke daring. Selain itu, tak dapat dipungkiri juga bahwa industri e-commerce adalah salah satu sektor industri yang berkembang pesat di Indonesia saat ini.
Menengok geliat ini, diprediksikan bahwa potensi industri e-commerce di Indonesia masih akan tumbuh pesat beberapa tahun ke depan seiring semakin banyak orang menggunakan ponsel untuk berbelanja online. Selain itu, faktor-faktor bagus dampak perkembangan ini akan terus diraih Indonesia.
Menengok situasi belanja saat ini, merahputih.com akan memaparkan beberapa dampak dari maraknya industri e-commerce yang dihimpun dari berbagai sumber. Berikut dampak positif pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia;
Pertumbuhan Ekonomi
Dalam waktu 4 tahun ke depan, McKinsey & Co. dalam studi mereka memprediksi nilai transaksi industri e-commerce di Indonesia akan meningkat dua kali. Tahun ini sendiri, jual beli online di Indonesia mampu menghasilkan nilai transaksi sekitar USD 8 miliar.
Angka di atas sedikit banyak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara, khususnya dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang tahun ini meningkat 0,75%. PDB sendiri adalah nilai pasar barang dan jasa yang merupakan hasil produksi sebuah negara, dan kerap digunakan sebagai alat ukur pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Selain itu, data dari Badan Pusat Statistik juga menyebutkan bahwa kontribusi e-commerce saat ini masih kecil, namun memiliki potensi untuk berkontribusi besar dimasa depan.