Kesehatan

Dampak Buruk Sinar Matahari bagi Tubuh

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 16 Juni 2023
Dampak Buruk Sinar Matahari bagi Tubuh

Paparan sinar matahari yang berlebihan cenderung tidak baik bahkan bisa menimbulkan masalah . (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGAI sumber kehangatan, sinar matahari bermanfaat sebagai sumber vitamin D yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Tidak sedikit manfaat yang bisa diperoleh dari sinar matahari dalam kehidupan.

Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang sering menghindari sinar matahari. Hal tersebut kerap dilakukan dengan alasan tidak ingin merasa panas, takut kulit terlihat kusam.

Baca Juga:

Tips Menghadapi Sinar Matahari Berlebih

Membatasi diri dari paparan sinar matahari cukup baik untuk diperhatikan. Karena di balik semua manfaat yang dimiliki matahari, paparan sinar matahari berlebihan cenderung tidak baik, bahkan bisa menimbulkan masalah pada kesehatan.

Tidak sedikit pula orang yang sering menghindari sinar matahari. (Foto: freepik/freepik)

Melansir laman Healthline, berikut dampak buruknya, yaitu :

1. Terbakar sinar matahari

Bila terlalu lama terlindung di bawah teriknya sinar matahari, kulit bisa mengalami sengatan matahari atau kulit terbakar. Hal ini biasanya terjadi bila terpapar lebih dari 30 menit.

Oleh karena itu, gunakan tabir surya dengan SPF 35 atau setidaknya dengan yang lebih sesuai dengan kondisi kulit untuk mencegah terjadinya dampak buruk sinar matahari sunburn. Pastikan memakai baju yang menutupi seluruh permukaan tubuh serta penutup kepala.

2. Cedera mata

Tak hanya dapat memberikan dampak buruk pada kulit, paparan sinar matahari juga bisa memberikan efek luka mata. Sinar matahari bisa mengakibatkan pandangan mata menjadi buram, karena sinar UV yang dimiliki sinar matahari bisa merusak kornea mata.

Efek lain pada mata akibat paparan sinar matahari yang berlebihan adalah kanker mata melanoma, katarak dan degenerasi makula.

Baca Juga:

Selisik Face Oil Bersertifikasi Non-Comedogenis Pertama di Indonesia

3. Penuaan dini pada kulit

Selain mampu membakar kulit, penuaan dini pada kulit juga dapat terjadi bila terlalu sering terjadi kerentanan di bawah terik matahari. Penuaan dini pada kulit yang terjadi dapat menyebabkan kulit terlihat menjadi lebih kering, kusam, timbul bintik atau noda hitam serta timbulnya keriput pada kulit.

Dampak sinar matahari yang berbahaya yaitu kanker kulit. Sel-sel yang ada di kulit lebih cepat rusak jika terpapar sinar matahari yang berlebihan. (Foto: freepik/freepik)

4. Kanker kulit

Dampak sinar matahari yang berbahaya yaitu memicu kanker kulit. Sel-sel yang ada di kulit menjadi lebih cepat rusak, hingga kulit menjadi berpotensi mengalami kanker kulit bila sering terpapar sinar matahari yang berlebihan. Sel-sel kulit yang rusak tersebut akan berubah menjadi sel kanker dalam jangka panjang. Hal tersebut tentunya berbahaya bagi kesehatan kulit.

Orang yang sering perlindungan di bawah terik matahari tanpa menggunakan tabir surya lebih berisiko mengalami dampak ini.

Sinar matahari memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Akan tetapi, bila paparan sinar matahari melebihi batas aman, dapat memberikan dampak yang berbahaya. Pastikan kamu konsultasikan keluhan terkait pada ahlinya ya. (dgs)

Baca Juga:

TBS Babes Rangkul Perempuan Indonesia untuk Unjuk Diri Jadi Versi Terbaik

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan