Cukupi Waktu Tidur untuk Memperkuat Kekebalan Tubuh
Ilustrasi tidur. (Foto: Unsplash/Gregory Pappas)
MerahPutih.com - Stop bergadang, mulai perbaiki waktu tidurmu. Tak hanya menjadi bugar, memiliki waktu tidur yang cukup juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
Hal tersebut diungkapkan oleh Praktisi kesehatan masyarakat dr Ngabila Salama. Ia menekankan penting untuk memperkuat kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Baca juga:
Penelitian: Tidur Kurang dari Lima Jam Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes
"Tidur dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh untuk mencegah sakit," kata Ngabila di Jakarta terkait peringatan Hari Tidur sedunia setiap 15 Maret, seperti dilansir Antara, Jumat (15/3).
Menurut Ngabila, tiap orang membutuhkan waktu tidur 7-9 jam sehari. Durasi waktu tidur nan disarankan tersebut membuat tubuh memproduksi protein tinggi nan akan merespons kekebalan tubuh.
"Juga membantu pelepasan dan produksi sitokin untuk membunuh berbagai kuman penyakit atau antigen dengan cepat," kata Ngabila.
Baca juga:
Tak hanya meningkatkan kekebalan tubuh, memiliki waktu tidur yang cukup juga membuat respons sel memori imunitas bertambah, baik yang alamiah atau diperoleh dari vaksinasi.
"Bahkan bisa meningkatkan sampai dua kali lipat pasca vaksinasi untuk efektivitas melawan kuman dengan baik. Sebaliknya kalau kurang tidur akan menurunkan efektivitas vaksin atau antibodi dalam melawan kuman," ujar Ngabila. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta