Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

COVID-19 Tembus di Atas 1 Juta Kasus, Haruskah Jokowi Minta Maaf?

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 28 Januari 2021
COVID-19 Tembus di Atas 1 Juta Kasus, Haruskah Jokowi Minta Maaf?

Vaksinator Abdul Muthalib menyuntikkan vaksin Sinovac ke lengan kiri Presiden Joko Widodo di lingkungan istana kepresidenan pada Rabu (27/1) (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Pusat dianggap gagal dalam penanganan COVID-19 menyusul angka kasus virus corona di tingkat nasional yang sudah tembus di atas 1 juta.

Dengan demikian, Indonesia menjadi negara Asia Tenggara yang pertama kali mencapai satu juta kasus virus COVID-19.

Baca Juga

Kasus COVID-19 Tembus 1 Juta, DPR Sebut Kondisi Indonesia Kritis

Banyak yang bertanya-tanya kapan Presiden Jokowi menyampaikan pemohonan maaf terhadap rakyat Indonesia seperti sejumlah negara-negara dunia ketika penangunangan corona gagal atau kedodoran.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menilai, bahwa sangat sulit orang Indonesia mengungkapkan permohonan maaf jika dianggap bersalah. Jadi, harus bedakan watak masyarakat tanah air dengan warga dunia.

"Di Indonesia. Tak kenal budaya minta maaf dan mundur," ucap Ujang saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Kamis (28/1).

Tapi menurut dia, Jokowi harus bertanggung jawab ikhwal buruknya penanggulangan kasus COVID-19 di Indonesia. Ia harus dapat mengendalikan virus corona agar tidak terus mengalami lonjakan. Sebab, bila kondisi terus-terusan seperti ini akan berimbas pada sektor lain di antaranya perekonomian.

"Karena mereka diamanahi oleh rakyat untuk mengelola negara ini dengan baik," terangnya.

Presiden Jokowi memberikan pernyataan usai menerima vaksinasi COVID-19 dosis kedua, Rabu (27/1), di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: Humas/Jay)
Presiden Jokowi memberikan pernyataan usai menerima vaksinasi COVID-19 dosis kedua, Rabu (27/1), di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: Humas/Jay)

Ujang pun menganggap, kalau banyak kebijakan penanganan COVID-19 yang dibuat Pemerintah Pusat yang tumpah tindih. Sehingga, penanggulangan kasus corona amburadul dan kasus alami lonjakan.

Lantas kata Ujang, tak serta merta kasus COVID-19 menyalahkan sepenuhnya ke pemerintah. Harus juga adanya kesadaran dari warga dalam disiplin dan melaksanakan protokol kesehatan.

"Kita tak disiplin dan lalai dalam menjaga prokes. Jadi baik pemetintah maupun rakyat. Harus sadar bersama," ungkapnya.

Seperti diketahui, ada sejumlah pimpinan tinggi negara yang menyampaikan permohonan maaf karena mengakui kegagalan dalam membendung virus corona.

Deretan pimpinan negara dunia yang memohon maaf ke publik, sebagai berikut:

- Jepang

Perdana Menteri Yoshihide Suga meminta maaf atas kegagalan pemerintah Jepang memberikan layanan kesehatan ketika dihadapkan gelombang tinggi penularan COVID-19.

- Australia

Perdana Menteri Scott Morrison menyampaikan permintaan maaf karena gagal menangani risiko penularan virus corona di sejumlah panti jompo.

- Israel

Presiden Reuven Rivlin memohon maaf terhadap warganya akibat kegagalan pemerintah menangani pandemi virus corona. penyampaian maaf itu dilakukan pada September 2020 lalu.

- Inggris

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga turut menyampaikan permintaan maaf atas kasus dan kematian akibat virus corona yang terus bertambah. (Asp)

Baca Juga

Pegawai KPK Meninggal Karena COVID-19

#Jokowi #Presiden Jokowi #COVID-19 #Kasus Covid
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep resmi maju Pileg DPR RI 2029 dari Dapil V Jateng. Fokus utama Kaesang adalah menggarap suara dari Kota Solo, basis keluarga Jokowi.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kaesang si Bungsu Jokowi Incar Kursi DPR 2019, Maju Lewat Dapil V Jateng
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Minta Prabowo Setop MBG dan Fokus Selesaikan Proyek IKN
Isu tentang MBG dihentikan sedang ramai muncul di sosial media, tapi belum ada satu pun yang terkonfirmasi benar.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Minta Prabowo Setop MBG dan Fokus Selesaikan Proyek IKN
Indonesia
Hakim Duga Roy Suryo Ajukan Praperadilan untuk Tunda Persidangan Pokok Perkara
Hakim menyatakan pengajuan praperadilan setelah berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan merupakan penyalahgunaan prosedur hukum.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Hakim Duga Roy Suryo Ajukan Praperadilan untuk Tunda Persidangan Pokok Perkara
Indonesia
Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo karena Dianggap tak Relevan
Hakim menilai permohonan tersebut sudah tidak lagi relevan karena perkara pokok telah lebih dahulu dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo karena Dianggap tak Relevan
Indonesia
Jokowi Kumpulkan Alumni Fakultas Kehutanan UGM, Persiapan Jadi Saksi Sidang
Pertemuan Jokowi dengan delapan teman tersebut berlangsung tertutup selama satu jam. Tak lama kemudian, Jokowi mengajak temannya tersebut makan siang keluar rumah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
Jokowi Kumpulkan Alumni Fakultas Kehutanan UGM, Persiapan Jadi Saksi Sidang
Indonesia
Nasib Tersangka Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo, Ditentukan Hari Ini
Sidang kali ini beragendakan pembacaan putusan terkait gugatan Roy Suryo mengenai penetapan dirinya sebagai tersangka.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Nasib Tersangka Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo, Ditentukan Hari Ini
Indonesia
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik. Karena jika ditarik ke ranah politik, itu bisa disalahartikan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Indonesia
Jelang Sidang Kedua dr Tifa Ijazah Palsu, Jokowi: Jika Diminta Majelis Hakim, Saya akan Hadir
Jika persidangan mengharuskan datang, Jokowi akan hadir dan menunjukkan ijazah asli miliknya.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Jelang Sidang Kedua dr Tifa Ijazah Palsu, Jokowi: Jika Diminta Majelis Hakim, Saya akan Hadir
Indonesia
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Kesiapan organisasi hingga tingkat desa juga menjadi modal bagi partai untuk menyambut kunjungan Jokowi ke berbagai daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Setelah Lampung, Jokowi Safari Politik di Kandang Banteng Jateng
Indonesia
Pasang Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejari
Pelapor merupakan warga Solo, yakni Budi Kuswanto dan Tri Sapto warga Solo menyerahkan laporan ke Kantor Kejari Solo didampingi kuasa hukumnya, Jumat (3/7).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
 Pasang Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejari
Bagikan