Cerita Warga Tekan Penyebaran COVID-19 dan Produktif Lewat Kampung Tanguh

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 Juni 2021
Cerita Warga Tekan Penyebaran COVID-19 dan Produktif Lewat Kampung Tanguh

Kegiatan yang dilakukan di Kampung Tangguh. (Foto: Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keberadaan Kampung Tangguh Jaya (KTJ) RW 01 Cideng, menjadi salah satu faktor penting dalam menekan penyebaran virus COVID-19 didaerah tersebut. Dalam waktu relatif cepat, mampu menghentikan pemularan virus berbahaya dan menghindari kawasan RW ini dikarantina alias lockdown.

"Dari sebelumnya ada 20 warga yang positif COVID-19, ini tinggal dua warga saja yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit," kata Sekertaris RW 01 Cideng Munawar Yasin ditemui merahputih.com di KTJ Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Pria yang akrab disapa Dede ini, mengatakan KTJ yang dikelola warga dan Polsek Metro Gambir, mampu mendisiplinkan warga di RW yang dihuni 3 ribu jiwa ini untuk mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga:

Seratus Warga Cempaka Putih Divaksin COVID-19 Tahap Dua di Kampung Tangguh Jaya

"Sekarang warga kemana-mana selalu pakai masker dan jaga jarak," jelas Dede yang sudah 40 tahun lebih tinggal di kawasan Cideng ini.

Dede menjelaskan, KTJ juga memiliki program yang membuat warga menjadi produktif. Selain itu, program ini juga mampu menekan angka kejahatan dengan metodologi one gate system.

"Jumat berkah, warung murah untuk warga kurang mampu, ternak lele, hidroponik," imbuh Dede.

Disana, warga bisa mengambil barang dan membeli barang kebutuhan pokok dengan harga murah. Contohnya ternak 2 ribu lele dan sayuran hidroponik. Sehingga, warga bisa mempergunakannya dengan semaksimal mungkin.

Dede mengakui, warga mendukung penuh keberadaan KTJ ini dan berharap hubungan warga dengan Polri makin sinergi.

Polsek Metro Gambir juga menjadikan KTJ ini lokasi program vaksinasi massal. TNI-Polri, ingin menunjukkan KTJ ini tidak hanya sebagai sarana menekan laju penyebaran COVID-19. Melainkan, juga ada manfaat sebagai tempat untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Jadi ada program vaksinasi disana akan memanfaatkan posisi KTJ yang strategis ini," jelas Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budiyarta.

Budi menjelaskan, untuk di wilayah Gambir terdapat sebelas KTJ yang dibentuk bersama tiga pilar. Ada satu KTJ yang saat ini berstatus zona kuning kasus COVID-19 dan diharapkan dengan adanya KTJ ini membantu dalam penurunan laju penyebaran COVID-19.

"Bersama tiga pilar kami terus lakukan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) serta protokol kesehatan 5M kepada warga masyarakat," kata Budi yang didampingi Kanit Binmas Polsek Gambir Kompol Suwatno ini. (Knu)

Baca Juga:

500 Warga Jakarta Pusat Jalani Vaksinasi COVID-19 di Kampung Tangguh Jaya

#COVID-19 #Kasus Covid #PPKM #PSBB #Polda Metro Jaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya Kerahkan 8.095 Personel untuk Amankan Sidang Tahunan MPR/DPR
Polda Metro Jaya mengerahkan 8.095 personel untuk mengamankan sidang tahunan MPR/DPR.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan 8.095 Personel untuk Amankan Sidang Tahunan MPR/DPR
Indonesia
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Gaya kedua tersangka pun tampak sama-sama memakai topi dengan masker yang menutupi wajah bagian bawah
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
Gaya 2 Tersangka Kasus Hafal Ayat Berhadiah Miras Konser Musik Ancol Saat Masuk Bui
Indonesia
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi makam Sutrimo di Banyumas. Tim forensik memeriksa jenazah dan sampel lingkungan untuk mencari penyebab kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Makam ART Febrie Adriansyah Diekshumasi, Tim Forensik Periksa Jenazah hingga Sampel Tanah
Indonesia
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Ekshumasi makam dilakukan 12 Agustus 2026 di Banyumas untuk mengungkap dugaan kematian tidak wajar Sutrimo ART eks Jampidsus.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Hari Ini Polisi Gali Makam Sutrimo Kuak Misteri Kematian ART Eks Jampidsus
Indonesia
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Kasus kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta resmi ditangani Polda Metro Jaya. Olah TKP dilakukan tim gabungan
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Kasus Kebakaran Bapenda DKI Diambil Polda, Fokus Penyidik Lantai 16 Ruang Arsip
Indonesia
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Pemeriksaan lanjutan salah satunya akan menyasar keluarga Sutrimo di Banyumas.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Periksa Orang Dekat Sutrimo, Mantan Pembantu Rumah Tangga Febrie Adriansyah yang Tewas dengan Mulut Berbusa
Indonesia
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian eks ART mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ke tahap penyidikan. Polisi akan melakukan ekshumasi jenazah S.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Kasus Kematian Eks ART Mantan Jampidsus Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Ekshumasi
Indonesia
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Sutrimo tewas misterius tak lama setelah kasus dugaan korupsi yang melibatkan majikannya terbongkar.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Polisi Akan Gali Makam Eks Asisten Febrie Adriansyah, Lakukan Autopsi Ulang
Indonesia
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
995 pucuk diduga senjata angin terdiri dari empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, 776 pucuk dan revolver angin kaliber 4,5 millimeter.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Ada Senjata Tempur Combat Shotgun di Temuan 996 pucuk senjata di Sekolah Kebayoran Lama Jakarta
Indonesia
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Polda Metro Jaya menegaskan patroli skala besar dan penyekatan di perbatasan Jakarta bukan karena isu gangguan keamanan, melainkan langkah preventif kepolisian.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Tegaskan Patroli Besar dan Penyekatan Jakarta Bukan karena Isu Gangguan Keamanan
Bagikan