Cegah Terorisme, Umat Islam Harus Ikuti Teladan Nabi Muhammad SAW

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 16 Desember 2016
Cegah Terorisme, Umat Islam Harus Ikuti Teladan Nabi Muhammad SAW

Guru Besar dan peneliti Pusat Penelitian & Pengkajian Kebudayaan Islam UIN Ar-raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Yusny Saby, MA, PhD. (Foto Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Umat muslim harus bisa mengubah mindset (cara pandang) dalam menyikapi kondisi bangsa akhir-akhir ini. Karena itu, umat muslim wajib melakukan introspeksi diri dan terus berpegang pada teladan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW agar tidak salah jalan, khususnya dalam mencegah ancaman paham radikal terorisme.

"Nabi Muhammad SAW lahir sebagai pemimpin dan membawa contoh teladan berupa pelajaran besar dalam kehidupan umat manusia. Jadi siapa saja yang telah mendeklarasikan diri sebagai umat Muhammad, wajib mengikuti teladan beliau, terutama menjalankan kebaikan yang telah diajarkan dan menjauhi larangannya. Itu penting karena akhir-akhir ini umat muslim menghadapi banyak cobaan dalam mengawal persatuan dan kesatuan NKRI," jelas Guru Besar dan peneliti Pusat Penelitian & Pengkajian Kebudayaan Islam UIN Ar-raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Yusny Saby, MA, PhD kepada wartawan, Jumat (16/12).

Seperti diketahui, umat muslim Indonesia tengah diuji akibat kasus penistaan agama dalam Pemilihan Gubernur DKI yang melahirkan beberapa kali aksi bela Islam. Ironisnya, aksi-aksi itu sangat rawan dengan ancaman disintegrasi bangsa, dan juga potensial ditunggangi kelompok radikal terorisme untuk melakukan aksi di Indonesia. Terbukti beberapa waktu kemarin, upaya kelompok teroris yang ingin membom Istana Negara, berhasil digagalkan kepolisian. Aksi itu menyusul aksi terorisme serupa yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini seperti teror bom gereja di Samarinda, teror lone wolf penyerangan petugas polisi di Tangerang, bom Mapolresta Solo, dan bom gereja di Medan.

Menurut Prof. Yusny Saby, rentetan peristiwa itu menandakan umat sudah mulai ada yang melenceng dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal itu harus segera disadari dan segera kembali ke ajaran islam rahmatan lil alamin. Dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah kemarin seharusnya bisa dijadikan momentum untuk melakukan koreksi diri dan kembali ke jalan Islam.

"Sudahkah kita menjadi aset kebaikan baik di keluarga dan lingkungan? Jangan-jangan di keluarga tidak, apalagi di lingkungan yang lebih luas. Ini yang harus dikoreksi. Aset kebaikan perlu ditunjukkan agar memberi manfaat pada lingkungan. Ini menjadi tugas guru, pemimpin keluarga, pemimpin umat, pemimpin adat, juga pemimpin negara, baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif," terang Prof. Yusny.

Menurut Ketua FKPT Aceh ini, guru, pemimpin keluarga, pemimpin umat, pemimpin adat, juga pemimpin negara, mempunyai tanggung jaawab untuk mengingatkan bila ada masyarakat yang melakukan penyelewengan baik itu akidah maupun ideologi. Untuk itu sudah ada indeks dan protap yang harus diikuti, utamanya penyelewangan karena yang bersangkutan menjadi radikal dan teroris. Penanganan masalah ini wajib ada dalam sistem negara Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ia mengungkapkan, pemerintah dengan berbagai bentuk lembaga di pusat dan daerah, juga harus bisa bersikap bijak dan arif dalam memahami masyarakat lokal dengan pendekatan menggunakan kearifan lokal. Itu penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi gesekan antara suku A dengan suku B, agama A dengan agama B.

"Semua harus diberi pemahaman dan kesadaran bahwa bangsa Indonesia menghargai perbedaan. Bagi umat muslim, harus ditekankan bahwa teladan Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi perbedaan harus diterapkan dalam mengamalkan ajarannya yaitu islam damai, islam yang indah, dan islam yang menghargai perbedaan," terang Prof Yusny.

Dalam pendidikan agama, lanjut Prof Yusny, ada hal pokok yang harus dipegang yaitu untuk mendidik peduli, hormat, respek, disiplin, dan saling menghormati. Ajaran budi pekerti itulah yang menjadi inti ajaran agama. Dalam agama tidak ada dendam, sementara nafsu dan kebencian itu sebenarnya adalah ideologi. 

"Seharusnya bila kita ingin mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, kalau ada orang yang salah dan sesat, harus kita kasihani dan bimbing, bukan langsung dikutuk. Ideologi kebencian, dendam, bahkan sampai membunuh, menculik, itu naudzubillahimindaliq. Itu bukan ajaran islam. Itu hanya ideologi seseorang, ideologi kelompok kecil dari orang tertentu dan negara tertentu," ungkapnya.

BACA JUGA:

  1. BNPT Sosialisasikan SOP Penanganan Terorisme di Sekolah Internasional
  2. Maulid Nabi Momentum Saling Mencintai dalam Keberagaman Indonesia
  3. Anak Muda Harus Waspadai Propaganda Paham Radikalisme di Dunia Maya
  4. BNPT Gelar Latihan Gulkonsis Bersama Satuan Anti-Teror TNI-Polri
  5. BNPT dan Badan Anti-Teror Denmark Bahas Program Deradikalisasi
#Islam #Terorisme
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! 46 Negara Pilih Menag Nasaruddin Umar Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia
Menag Nasaruddin Umar resmi terpilih jadi Presiden Pertama IAMI di IGIC 2026. Jakarta ditunjuk sebagai sekretariat permanen Majelis Imam Masjid Dunia!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Tok! 46 Negara Pilih Menag Nasaruddin Umar Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Jangan Lewatkan 3 Amalan Sunnah Saat Peringatan Maulid Nabi
Gelombang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menggema. Malam puncak 25 Agustus bukan sekadar ritual, melainkan momentum spiritual umat Islam.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
Jangan Lewatkan 3 Amalan Sunnah Saat Peringatan Maulid Nabi
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Dunia
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Motif penembakan masih diselidiki, namun Kepolisian San Diego menduga insiden ini berkaitan dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Bagikan