MerahPutih.com - 'El Nino Godzilla' tengah mengintai Indonesia. Fenomena itu meruju pada intensitas El Nino yang sangat kuat, ditandai dengan suhu permukaan laut yang jauh lebih hangat dari normal di Samudra Pasifik, termasuk wilayah kepulauan nusantara.
Fenomena yang memicu musim kemarau menjadi lebih panjang, curah hujan turun drastis, hingga risiko kekeringan dan kebakaran hutan itu turut menjadi perhatian dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).
Tentunya dari sisi imbas fenomena terhadap faktor kesehatan masyarakat di Indonesia. Ketua Umum IAKMI, Hermawan Saputra, menegaskan fenomena ini berkaitan dengan perubahan iklim sehingga masyarakat perlu lebih bijak menjaga kesehatan.
Baca juga:
Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Pengelolaan Air Hadapi El Nino
Ancaman ISPA dan Penyakit Kulit
Menurut dia, risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat polusi yang meningkat selama musim kering. Debu dan asap kendaraan bermotor di perkotaan dapat memperburuk kondisi bagi orang yang memiliki alergi atau gangguan pernapasan.
“Risiko El Nino adalah munculnya penyakit. Sudah pasti ISPA dan risiko penyakit kulit karena paparan langsung matahari menjadi risiko yang langsung,” tuturnya Hermawan, dilansir Antara.
Untuk mengantisipasi, masyarakat dianjurkan melakukan olahraga pada pagi hari, membawa bekal air minum saat beraktivitas, serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.
Baca juga:
El Nino Godzilla Intai Indonesia, Sektor Kesehatan dan Ketenagakerjaan Wajib Siaga Satu
Tip Cegah Risiko Heat Stroke
Hermawan menambahkan bahaya kesehatan paling berbahaya dari cuaca panas ekstrem dapat memicu berbagai penyakit seperti dehidrasi, sakit kepala, hingga heat stroke.
Risiko heat stroke akan meningkat tajam bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Untuk itu, dia membagikan tip rekomendasi cara mudah untuk mencegah heat stroke:
- Mencukupi cairan tubuh dengan minum minimal 2 liter atau 8 gelas air per hari.
- Mengonsumsi buah-buahan tinggi air dan serat seperti apel, jeruk, pir, dan buah palem.
- Menggunakan pakaian pelengkap seperti tudung kepala dan baju panjang longgar saat beraktivitas di luar ruangan.
- Membatasi aktivitas luar ruangan, terutama saat polusi meningkat.
(*)