Cara Inggris Mengatur Warganya Pergi ke Luar Negeri

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 03 Juni 2021
Cara Inggris Mengatur Warganya Pergi ke Luar Negeri

Sistem Lampu Lalu Lintas untuk bepergian keluar negeri yang digunakan Inggris. (Foto: Unsplash/aron van de pol)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMENJAK 17 Mei, peraturan untuk perjalanan internasional di Inggris telah berubah. Mereka menerapkan sistem “lampu lalu lintas” untuk menentukan resiko keamanan di daerah yang dikunjungi.

Dilansir dari Mirror, Senin (17/5), sistem “lampu lalu lintas” ini akan menentukan apakah pelancong disarankan untuk bepergian ke suatu daerah. Bahkan dengan sistem ini, yang bepergian ke negara-negara "hijau", mereka dapat bepergian tanpa harus dikarantina setelah kembali.

Baca juga:

Datang ke Belitung, Jangan Lupa Mampir ke Bukit Peramun

Tetapi setiap orang tetap diharuskan untuk melakukan beberapa tes virus Corona guna membatasi penyebaran penyakit. Jadi apa saja aturan baru untuk bepergian yang diterapkan Inggris?

Aturan baru untuk bepergian

Hal terpenting yang harus diperhatikan sebelum bepergian adalah mempelajari dan memahami sistem “lampu lalu lintas” ini. Jadi sebelum pergi dan ketika kembali setelah perjalanan itu tergantung pada apakah negara tujuan ada di dalam daftar Hijau, Kuning, atau Merah.

Hijau: Risiko Rendah

Sistem tersebut terbagi menjadi 3 kategori. (Foto: Unsplash/Jonny Rogers)
Sistem tersebut terbagi menjadi 3 kategori. (Foto: Unsplash/Jonny Rogers)

Seseorang dapat pergi berlibur ke suatu negara dalam daftar hijau, tetapi tetap harus mengikuti tes pra-keberangkatan di negara tersebut sebelum kembali ke Inggris.

Dalam kurun dua hari setelah tiba di Inggris, orang itu tetap harus mengikuti tes PCR COVID-19 dari penyedia swasta di Inggris. Mereka yang datang dari negara di dalam daftar hijau tidak melakukan karantina, kecuali mereka menerima hasil positif dari tes COVID-19.

Kuning: Risiko Sedang

wisata
Ada tahapan yang harus dilakukan oleh warga Inggris. (Foto: Pexels/Alex Fu)

Pemerintah Inggris menyarankan warganya untuk tidak bepergian dengan tujuan rekreasi di negara-negara dalam daftar kuning.

Jika seseorang perlu melakukan perjalanan ke negara kuning, ia harus mengikuti tes pra-keberangkatan, dan kemudian tes PCR pada hari kedua dan hari kedelapan setelah tiba kembali di Inggris. Selain itu, orang itu juga harus melakukan karantina, di tempat tinggalnya.

Namun mereka memiliki opsi untuk mendapatkan pembebasan dari karantina lebih awal. Hal ini disebut “Uji untuk Melepaskan”. Seseorang perlu mengikuti tes lagi pada hari kelima masa karantinanya. Jika hasilnya negatif, maka mereka dapat meninggalkan masa karantinanya.

Namun, mereka tetap harus mengikuti tes pra-keberangkatan, serta tes pada hari kedua dan kedelapan.

Baca juga:

Perbukitan dan Pegunungan di Sleman jadi Destinasi Wisata Favorit

Merah: Risiko tinggi

Prosedur setelah bepergian dari negara merah tidak jauh berbeda dengan prosedur dari negara kuning. (Foto: Unsplash/Lisanto)
Prosedur setelah bepergian dari negara merah tidak jauh berbeda dengan prosedur dari negara kuning. (Foto: Unsplash/Lisanto)

Sama halnya dengan negara-negara dalam daftar kuning, kamu disarankan untuk tidak bepergian untuk rekreasi.

Jika kembali dari negara merah, kamu harus dikarantina di hotel yang disetujui pemerintah selama 10 hari saat kembali ke Inggris. Biaya hotel untuk karantina sebesar GBP 1.750 (Rp35,3 Juta) per kepala itu tidak ditanggung oleh pemerintah, jadi seseorang harus membayar dengan uangnya sendiri.

Selain tes pra-keberangkatan, mereka juga perlu mengikuti tes PCR pada hari kedua dan kedelapan masa karantina di hotel. Dengan kata lain, prosedur ini sama dengan grup kuning, namun, tidak akan dapat membayar Test to Release, dan karantina dilakukan di hotel. (kna)

Baca juga:

Mengintip Batu Baginde, Batu Granit Terbesar di Belitung

#Travel #Traveling #Wisata
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan