Cak Imin Minta AS Jelaskan Soal Penolakan Panglima TNI
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. (MP/Ponco)
MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta pemerintah Amerika Serikat menjelaskan soal penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berkunjung ke negeri Paman Sam beberapa waktu lalu.
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini beranggapan, apa pun alasan penolakan tersebut harus dibuka kepada masyarakat Indonesia.
"Kalau faktor politik harus ada kejelasan," kata pria yang kerap disapa Cak Imin, usai menerima Duta Besar Australia Paul Grigson di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (25/10).
Cak Imin mengaku terkejut ketika mendengar kabar tersebut. Dia menyatakan bahwa klarifikasi ini harus segera dilayangkan kepada publik meskipun masalah ini terjadi lantaran masalah yang kecil sekalipun.
Hal ini, katanya, agar hubungan antara kedua negara tidak memburuk. "Penjelasan lebih detilnya apakah kesalahan teknis apa ada di pihak Indonesia atau kesalahan teknis ada di Amerika. Meskipun (mugkin) tidak ada masalah, tapi tetap perlu dijelaskan," katanya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo diundang Panglima Angkatan Bersenjata AS Jenderal AS Joseph F Duford guna menghadiri acara 'Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization' (VEOs) di Washington DC pada 23-24 Oktober 2017.
Namun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo urung berangkat ke acara tersebut lantaran menerima pemberitahuan dari 'Custom and Border Protection' AS terkait larangan kepada Gatot untuk memasuki wilayah AS.
Jenderal Gatot Nurmantyo menerima informasi larangan itu saat hendak berangkat menggunakan pesawat Emirates Airlines di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten pada Sabtu (21/10) pukul 17.50 WIB. (Pon)
Baca berita terkait polemik AS-Jenderal Gatot lain di: Mabes TNI Tunggu Penjelasan Terkait Larangan Panglima TNI Masuk AS
Bagikan
Berita Terkait
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
Iran Siap Lawan Amerika, Uni Eropa Tambah Sanksi ke Pejabat Teheran
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz
MPR RI Khawatir Aliansi Perdamaian Bentukan Trump Disabotase Israel untuk Rusak Palestina
AS Mengancam dengan Kapal Induk, Iran tak Mau Kalah Peringatkan Aksi Balasan jika 'Negeri Paman Sam' Menyerang
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat