Buwas Berang Banyak Lapas Jadi Pusat Peredaran Narkoba
Menko Polhukam Wiranto (kiri) bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (kedua kiri) melihat barang bukti berbagai jenis narkoba yang beredar di Indonesia (ANTARA FOTO/Galih
MerahPutih.Com - Sindikat pengedar narkoba yang berasal dari Lapas membuat gusar Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso alias Buwas. Kasus napi mengendalikan narkoba dari balik jeruji besi menunjukkan rendahnya komitmen lapas menghentikan mata rantai barang haram ini.
Kegusaran Buwas menandakan lapas belum sepenuhnya membuat para pengedar narkoba insyaf atau jera. Apalagi hal itu ditunjang dengan lemahnya pengawasan para penjaga lapas.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas menilai, penanggung jawab lembaga pemasyarakatan (lapas) belum berkomitmen memberantas narkoba di lingkungannya.
"Jelas belum komitmen, buktinya, sering terulang, terulang dan terulang," kata Buwas sebagaimana dilansir Antara di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/7), menanggapi masih maraknya peredaran narkoba yang dikendalikan oleh narapidana (napi) dari dalam penjara.
Lapas, juga tidak mau untuk melakukan perbaikan dengan alasan kapasitas ruangan dipenjara yang sudah kelebihan penghuninya atau petugasnya kurang, katanya.
"Makanya, saya bilang kalau tidak ada, ya, gunakan buaya 'aja' untuk jaganya," kata Buwas.
Beberapa kali BNN menemukan napi di dalam lapas menggunakan fasilitas alat komunikasi dalam menjalankan bisnis haramnya.
Menurutnya memang harus ada terobosan yang harus dilakukan untuk pemberantasan narkoba.(*)
Bagikan
Berita Terkait
BNN Ungkap Peran Dewi Astutik, Bandar Narkoba Lintas Negara yang Rekrut Ratusan WNI
BNN Ungkap Jejak Kelam Dewi Astutik, Sempat Mengajar Bahasa Mandarin sebelum Jadi Bandar Narkoba Lintas Negara
Narapidana Diduga Dipaksa Makan Daging Anjing, Kalapas di Sulut Dicopot
Sidang Etik Kalapas Enemawira Paksa Napi Makan Anjing Digelar di Jakarta, Statusnya Sudah Nonaktif
Sosok dan Sepak Terjang Dewi Astutik, Mantan TKI yang Jadi Otak Peredaran Narkoba Asia Tenggara
28 Pasien RS Pengayoman Cipinang Dievakuasi, Ditjenpas Sebut Awal Titik Api dari Gudang Logistik
BNN Buka-bukaan Soal Ancaman Narkotika di Lingkungan Kampus, Mahasiswa Diminta Waspada
Mantan Kepala BNN Minta Pemakai Narkoba ‘Dihukum’ Layaknya Tilang, Sebut Lebih Cepat dan tak Bertele-Tele
BNN Bikin Jaringan Bandar Narkoba di Kampung Bahari Ketar-Ketir, Ternyata Ada Tangan Dingin Komjen Suyudi Ario Seto
LP Sragen Bongkar Penyelundupan Narkotika Libatkan Perempuan, Modusnya Besuk Tahanan