Butuh Kesepakatan Antar Anak dan Orangtua Dalam Penggunaan Internet

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 23 April 2020
Butuh Kesepakatan Antar Anak dan Orangtua Dalam Penggunaan Internet

Buat perjanjian dengan anak (Foto: Pixabay/Peggy_Marco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI masa pandemi seperti sekarang, melakukan aktivitas di dalam rumah sangat disarankan. Tujuannya yakni mencegah penyebaran virus corona baru atau COVID-19. Beberapa kebijakan pemerintah juga dibuat untuk mendukung kediatan #DiRumahAja.

Kegiatan yang hampir seluruhnya dilakukan di rumah tentu membuat penggunaan internet semakin menjadi-jadi, termasuk bagi anak-anak. Oleh karena itu, Spesialis Perlindungan Anak, UNICEF Indonesia, Astrid Gonzaga Dionisio, mengatakan dibutuhkan kesepakatan bersama antara orangtua dan anak dalam penggunaan internet.

Baca juga:

Facebook Perluas Pasar Messenger Kids ke Lebih 70 Negara

"Sebaiknya orang tua membuat kesepakatan dengan anak, karena anak juga harus bersosialisasi dengan keluarga, melakukan kegiatan perilaku sehat bersih, waktu ibadah. Orang tua harus menentukan kapan anak dapat melakukan akses internet dan apa saja konten yang bisa diakses itu penting," kata Astrid dalam konferensi pers darling seperti dilansir Antaranews.com.

Perlu ada batasan penggunaan internet (Foto: Pixabay/fancycrave1)
Perlu ada batasan penggunaan internet (Foto: Pixabay/fancycrave1)

Astrid menjelaskan teknologi memang memberikan keuntungan terutama bagi anak terlebih di situasi seperti sekarang. Namun, di balik itu ada dampak yang perlu diantisipasi. Terlebih berdasarkan riset UNICEF tahun 2019, terdapat 98,3 persen anak dan remaja memiliki akses internet di perangkat seluler.

Baca juga:

Pandemi COVID-19 Bikin Snapchat Kebanjiran Pengguna

Riset tersebut juga menyebutkan jika 90,7 persen anak dan remaja menggunakan perangkat cerdasnya untuk mengakses media sosial, bermain game online atau menonton film streaming. Mereka rata-rata menghabiskan lima jam dalam sehari saat hari biasa dan tujuh jam sehari saat hari libur. Angka ini diyakini meningkat selama masa pandemi.

Anak-anak berkomunikasi dengan orang tua menggunakan Facebook's Messenger di Barcelona. (REUTERS/ALBERT GEA)
Anak-anak berkomunikasi dengan orang tua menggunakan Facebook's Messenger di Barcelona. (REUTERS/ALBERT GEA)

Mudah dan seringnya anak mengakses internet meningkatkan risiko agresi kekerasan terhadap diri sendiri. Anak juga bisa terpapar kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang berujung pada eksploitasi terhadap anak, baik eksploitasi untuk mendapat keuntungan hingga komersil seperti pornografi.

Perjanjian batas penggunaan aplikasi juga perlu dilakukan. Sementara penyedia platform juga seharusnya memberikan pengaturan waktu yang bisa digunakan orangtua untuk mengontrol aplikasi. Misalnya TikTok yang menghadirkan fitur Family Pairing yang menghubungkan akun orangtua dengan akun anak mereka.

"Bagi orang tua tidak ada kata telat, terlambat atau gaptek mari belajar internet agar bisa mendampingi anak, dan jadilah pendengar teman bagi anak remaja, baik itu online atau offline, baik cerita permasalahannya sehari-hari, atau yang menyenangkan," tutur Astrid. (Yni)

Baca juga:

Zoom Tingkatkan Sistem Keamanan pada Update 5.0

#Internet #Virus Corona
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Untuk penerapan awalnya berlaku kepada delapan platform digital yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 Maret 2026
Pembatasan Akun Anak Berlaku: X & Bigo Live Paling Patuh, Grup Meta Masih 'Bandel'
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Informasi yang menyebut adanya program internet gratis selama Ramdaan 1477 H tengah viral di media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 03 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Layanan Internet Digratiskan Selama Bulan Ramadan
Berita Foto
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
SVP-Head of Corporate Communications Ovidia Nomia, SVP-Head of Network Operations Raden Tofan saat meluncurkan #LebihBaikIndosat di Jakarta (20/2/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Februari 2026
Indosat Hadirkan Program #LebihBaikIndosat Sambut Idul Fitri 1447 H
Indonesia
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Kemkomdigi terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Januari 2026
Kabar Gembira, Bakal Ada Layanan Internet Murah Bagi 10,8 Juta Rumah Tangga
Indonesia
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
DPRD DKI mendorong Pemprov menggandeng Komdigi untuk merumuskan aturan penyaringan konten kekerasan, tanpa membatasi akses internet bagi pelajar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
DPRD DKI Desak Penyaringan Konten Kekerasan, Minta Pemprov Gandeng Komdigi untuk Hindari Overblocking
Indonesia
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Cloudflare mengalami gangguan global pada 18/11, menyebabkan ribuan situs dan layanan digital seperti X, Canva, dan ChatGPT tidak dapat diakses.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 18 November 2025
Cloudflare Alami Gangguan Global, Ribuan Situs dan Layanan Internet Terdampak
Indonesia
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Saat jaringan seluler masih menggunakan teknologi 2G, skema yang digunakan operator adalah biaya internet dihitung berdasarkan kuota yang terpakai atau konsep pay as you use (PAYU).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 Juli 2025
Penjelasan Operator Sisa Kuota Internet Hangus Saat Beli Paket Anyar
Dunia
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Regulator internet Australia dan YouTube berselisih soal rencana larangan anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial. Siapa sebenarnya yang melindungi anak-anak?
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 24 Juni 2025
YouTube dan Regulator Australia Berpolemik tentang Larangan Anak Di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial, Saling Adu Data
Indonesia
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Komisi VI DPR akan memanggil Telkom Group dan Telkomsel. Hal itu buntut dari kebijakan kuota internet yang hangus setelah masanya berakhir.
Soffi Amira - Rabu, 11 Juni 2025
Komisi VI DPR Bakal Panggil Telkom Group dan Telkomsel Buntut Kuota Internet Hangus
Bagikan