Buruh Demo di Istana, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 30 Januari 2020
Buruh Demo di Istana, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup

Demo buruh di kawasan Istana Negara, Kamis (30/1). Foto: TMC Polda Metro Jaya

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebanyak 2.040 personel Gabungan TNI dan Polro diterjunkan mengamankan aksi demo buruh yang melakukan aksi di depan Istana Negara. Mereka ditempatkan di beberapa titik seperti Istana, Bunderan HI, Patung Kuda, Dukuh Atas, Harmoni dan Veteran.

Aksi ini disebut bakal berlangsung sampai jam 13.00. Sementara ratusan aparat polisi telah siaga di lokasi. Polisi memasang kawat barrier di Jl Medan Merdeka Barat.

Baca Juga

Daftar Ketakutan Kaum Buruh Jika Omnibus Law Diberlakukan

Satu unit baracuda dan dua unit water cannon juga tampak disiagakan. Sementara ratusan personel polisi membuat barikade di depan kawat barrier.

Selain itu, arus lalu lintas di Jl Medan Merdeka dari arah HI ke Harmoni tampak ramai lancar. Sedangkan di arah sebaliknya, kendaraan dari arah Harmoni ke HI dialihkan.

Demo buruh
Demo buruh di kawasan Istana Negara, Kamis (30/1). Foto: TMC Polda Metro Jaya

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, massa yang beraksi berasal dari kawasan Jabodetabek.

"Mereka ada dua ribu ya massanya. Dari buruh DKI, Banten dam Bandung," jelas Heru kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (30/1).

Baca Juga

Serikat Pekerja Nasional Curiga Demo Buruh Omnibus Law Ditunggangi

Heru mengatakan, tuntutan massa yakni soal kebijakan Omnibus Law.

"Dia menolak itu. Padahal beberapa kali sudah diajak komunikasi itu. Mereka akan membacakan hasil pertemuan itu," jelas Heru Novianto.

Heru mengatakan, ada penutupan arus di seputaran Jalan Medan Merdeka Barat karena massa yang beraksi menutup sebagian jalan.

"Merdeka Barat kami tutup. Kalau kami tutup di Bunderan Patung Kuda lebih parah. Makanya kami tutup di Medan Merdeka. Kemudian Medan Merdeka Barat kami bukan sebagian,"jelas Heru.

Sementara itu, Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan, ada 500 personel TNI yang turun langsung mengamankan aksi.

"Mereka gabungan dari Kodam Jaya," kata Wahyu.

Baca Juga

Buruh Tolak Omnibus Law Geruduk DPR, Polisi Jamin tak Ada Pengalihan Arus

Ada empa mobil komando yang dibawa massa. Massa meneriakkan yel-yel dan memutar lagu lewat pengeras suara di mobil komando. Salah satunya menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

"Tolak Omnibus Law Lapangan Kerja' dan 'Tolak Omnibus Law-RUU Perbudakan Romusa Baru-Perbudakan Berkedok Investasi-Hapus Sertifikasi Halal', demikian tulisan pada spanduk massa.

Mereka menilai, kebijakan Omnibus Law mempersulit tenaga kerja mendapatkan penghasilan. Mengingat peraturan ini diklaim lebih mengutamakan pengusaha. (Knu)

#Demo Buruh
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Indonesia
30 Ribu Aparat Amankan May Day 2026, Polisi Ingatkan Buruh jangan Anarkistis dan Terprovokasi
Ada dua agenda besar yang menjadi fokus pelayanan dan pengamanan aparat. Pertama, May Day Fiesta 2026 di kawasan Monas.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
30 Ribu Aparat Amankan May Day 2026, Polisi Ingatkan Buruh jangan Anarkistis dan Terprovokasi
Indonesia
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMP DKI Jakarta 2026. KSPI menilai upah Rp 5,73 juta terlalu kecil dan tidak sesuai biaya hidup ibu kota.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Indonesia
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Ratusan buruh akan menggelar aksi serentak di Jakarta pada Kamis (15/1). Sejumlah tuntutan bakal dilayangkan, termasuk revisi UMP DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Indonesia
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Aksi ini akan diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jakarta dengan konvoi sepeda motor.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Indonesia
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Penetapan UMP Jakarta 2026 mendapat penolakan. Para buruh siap mengambil jalur hukum untuk menolak kebijakan tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Indonesia
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
UMP Jakarta 2026 dinilai terlalu kecil. Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, bahwa gaji di Sudirman lebih kecil dibanding Karawang.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Indonesia
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
Demo buruh tolak UMP Jakarta 2026 akan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/12). Polisi mengatakan, tidak ada penutupan jalan.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
Indonesia
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
UMP yang realistis seharusnya berada di angka 5,5 hingga 7,5 persen
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Desember 2025
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
Bagikan