Bupati Sidoarjo Ditangkap, Istana Sebut Itu Bukti Pemerintah Tak Lemahkan KPK

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 08 Januari 2020
Bupati Sidoarjo Ditangkap, Istana Sebut Itu Bukti Pemerintah Tak Lemahkan KPK

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah (kedua kanan) berjalan saat tiba di Gedung KPK RI, Jakarta, Rabu (8-1-2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung angkat suara soal draf peraturan presiden (perpres) yang disebut menempatkan pimpinan KPK di bawah presiden.

Pramono membantah penyusunan tiga peraturan presiden (perpres) terkait KPK bertujuan untuk mengintervensi kinerja lembaga antirasuah tersebut.

Baca Juga:

KPK 'Buka Puasa' OTT 82 Hari, Pas Ketika 'Fee' Firli Ramai di Sidang Korupsi

"Itu kan UU yang mengatur. Spekulasi orang bahwa pemerintah akan intervensi terhadap KPK, enggak mungkin. Karena bagaimana pun, pemberantasan korupsi itu menjadi lebih baik kalau KPK-nya kuat," ujar Pramono Anung kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/1).

Pramono juga menyampaikan bahwa pembahasan perpres sebagai turunan dari UU tentang KPK dipastikan melibatkan jajaran pimpinan lembaga tersebut. Bagaimanapun, ujarnya, aturan turunan yang disusun bertujuan untuk memperkuat KPK.

"Pengaturan KPK tidak boleh bertentangan dengan UU yang mengaturnya. Sehingga, harus liner terhadap hal itu," kata Pramono.

Ia mencontohkan, operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah oleh KPK sebagai bukti pemerintah tidak memperlemah lembaga anti-rasuah.

"Kemarin ada OTT di Sidoarjo, ini menunjukkan KPK masih mempunyai kekuatan yang sangat kuat. Sehingga tidak perlu lagi kecurigaan diperdebatkan," papar Pramono.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Ant)
Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Ant)

Pramono Anung menjelaskan, Perpres KPK yang akan diterbitkan, pasti melibatkan pimpinan lembaga anti-rasuah dalam pembahasannya, dan bertujuan menguatkan instansi tersebut.

"Jadi spekulasi orang bahwa pemerintah akan intervensi pada KPK, tidak mungkin," tambah Pramono.

"Karena bagaimana pun pemberantasan korupsi jadi lebih baik kalau KPK-nya juga kuat," jelas dia.

Baca Juga:

KPK OTT Komisioner KPU

Sementara, pemerintah sedang menggodok tiga perpres sebagai aturan turunan dari UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Tiga perpres tersebut mengatur tentang Dewan Pengawas KPK, organisasi KPK, serta satu lagi yang mengatur tentang alih status pegawai KPK menjadi ASN. Perpres tentang Dewas KPK telah diteken menyisakan dua perpres lainnya.

Dalam salah satu perpres tersebut memuat poin yang mengatur posisi pimpinan KPK merupakan pejabat setingkat menteri dan berada langsung di bawah presiden. Hal ini memicu spekulasi presiden akan mengintervensi KPK. (Knu)

Baca Juga:

Komisioner KPU yang Dicokok KPK Wahyu Setiawan

#KPK #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Belum Berani Hapus Ganjil-Genap DKI, Tunggu MRT Kota Tua Selesai
Gubernur DKI Pramono Anung tunda keputusan ganjil-genap hingga proyek MRT Kota Tua tuntas. Simak kajian Pemprov DKI terkait aturan lalu lintas Jakarta!
Wisnu Cipto - 36 menit lalu
Pramono Belum Berani Hapus Ganjil-Genap DKI, Tunggu MRT Kota Tua Selesai
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Indonesia
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Pemprov DKI Jakarta mempercepat proyek jalan tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung. Jalan ini ditargetkan seleai 2027.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Proyek Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Dipercepat, Target Selesai 2027
Indonesia
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Pendampingan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikis para siswa.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Indonesia
Indonesia Deportasi Buronan Terduga Korupsi Asal Thailand
Pengungkapan keberadaan PV berawal dari permintaan NACC Thailand kepada KPK untuk memverifikasi informasi mengenai keberadaan buronan tersebut di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Deportasi Buronan Terduga Korupsi Asal Thailand
Indonesia
KPK Ultimatum Nusron Wahid Datang Pemeriksaan, Jangan Tunda-Tunda Penegakan Hukum!
KPK berikan ultimatum keras kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk penuhi panggilan penyidik terkait skandal suap HGB Summarecon.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
KPK Ultimatum Nusron Wahid Datang Pemeriksaan, Jangan Tunda-Tunda Penegakan Hukum!
Indonesia
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan AI untuk revitalisasi kawasan kumuh Tanah Abang tanpa penggusuran, ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Tanpa Penggusuran, Begini Rencana Pramono Ubah Wajah Kawasan Kumuh Tanah Abang
Indonesia
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana mengembangkan Pasar Baru sebagai kawasan TOD 24 jam dan membayangkannya menjadi ‘Myeongdong-nya Jakarta’.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Tak Hanya Blok M, Pramono Ingin Kembangkan Pasar Baru Jadi ‘Myeongdong-nya Jakarta'
Indonesia
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Blok M akan segera direvitalisasi. Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Blok M Bakal Direvitalisasi, Ruang Publik Ditargetkan Bertambah 5 Kali Lipat
Indonesia
Pramono Anung Putuskan Tata Kawasan Kumuh Tanah Abang, 3 Wilayah Jadi Sasaran
Pemprov DKI akan menata kawasan kumuh di Kampung Bali, Kebon Melati, dan Kebon Kacang, Tanah Abang. Pramono memastikan warga tidak digusur.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Pramono Anung Putuskan Tata Kawasan Kumuh Tanah Abang, 3 Wilayah Jadi Sasaran
Bagikan