Budiman Sudjatmiko Nasihati Sandi: Iri Boleh, Tapi Jangan Dengki
Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno. Foto: @sandiuno
MerahPutih.com - Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menasihati Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno yang mencurigai program dana kelurahan yang akan dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikeluarkan jelang Pilpres 2019 memiliki motif udang di balik batu.
"Iri sih boleh tapi jangan dengki! Kalau iri bagus, kalau dengki Anda hanya ingin lihat orang lain susah," kata Budiman, saat dimintai tanggapan di Posko Cemara, Jakarta, Senin (22/10).
Budiman mengibaratkan pernyataan Sandiaga itu seperti dua perusahaan yang sama-sama mencari keuntungan tapi menjelek-jelekkan perusahaan lainnya yang lebih kreatif.
"Itu kan sama saja satu perusahaan bersaing x dan y . Dan y lebih kreatif. Kemudian x bilang kok ngeluarin gitu sih. Cuma mau cari untung saja. Lah yang ngomong juga perusahaan yang cari untung. Apa hak moralnya. Untuk perusahaan lain mencari untung," ujar politikus PDIP itu.
Sebaliknya, Budiman mengingatkan kembali tentang insiden klaim penganiayaan Ratna Sarumpaet yang sempat digembar-gemborkan kubu Sandiaga hingga akhirnya malah terbukti hoaks. Padahal, lanjut dia, berita hoaks itu jelas-jelas merusak kecerdasan banyak orang.
"Operasi plastik malah dianggap dianiaya. Yang itu enggak mau dikritik. Yang jelas-jelas dampaknya merusak kewarasan bangsa. Malah sibuk membela diri," tutur anggota DPR itu.
Terkait program dana kelurahan, Budiman memuji kebijakan Jokowi itu jelas-jelas bertujuan memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi malah menjadi sasaran sindiran kubu Sandiaga. "Ini gimana? Jadi menurut saya apa yang disampaikan pak Sandi tidak gentle, tidak fair," tandas dia.
Untuk diketahui, Sandiaga Uno sempat mempertanyakan motif Presiden Jokowi mencairkan kebijakan Dana Kelurahan dan Dana Operasional Desa pada 2019.
Meski mengaspresiasi program bantuan bagi masyarakat desa itu, duet Capres Prabowo Suabianto ini menduga program bagi-bagi dana itu sengaja dikeluarkan jelang Pilpres 2019 untuk menggaet suara.
“Tapi kalau misalnya di tahun politik, di 2019 ini, pasti masyarakat bisa menilai sendiri, apakah ini ada udang di balik batu atau apakah ini sebuah program yang memang dicanangkan sebelumnya,” kata Sandiaga, beberapa hari lalu. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi