Budidaya Lalat Tentara Hitam untuk Pengolahan Sampah Organik

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 21 September 2022
Budidaya Lalat Tentara Hitam untuk Pengolahan Sampah Organik

Pelaksanaan program CSR Budidaya Maggot BSF atau lalat hitam merupakan sebentuk upaya menjawab persoalan sampah organik yang dihasilkan warga. (Foto: Elnusa Petrofin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

LALAT itu berukuran dua kali lebih besar daripada lalat biasa. Warnanya kehitaman dan bentuknya agak menyerupai lebah. Lalat ini kerap terbang di sekitar sampah organik, tapi tak bersifat membawa penyakit atau patogen. Itulah Lalat Maggot Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF).

Lalat ini telah dibudidayakan sebagai dekomposer alami sampah organik. Satu kilogram lalat hitam yang masuk fase larva mampu mengonsumsi sekira 300 kilogram sampah organik selama satu bulan.

Berbekal temuan tersebut, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA), menggulirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Budidaya lalat BSF di Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat, 19 September 2022.

Kegiatan CSR ini wujud dari pilar Petrofin Pintar yang memiliki fokus pada pendidikan melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.

Pelaksanaan program CSR Budidaya Maggot BSF atau lalat hitam merupakan sebentuk upaya menjawab persoalan sampah organik yang dihasilkan warga. Setiap bulan warga Siantan Hulu menghasilkan sampah organik dan belum ada pengolahan khusus untuk sampah tersebut.

Baca juga:

Entomofagi, Praktek Menyantap Serangga di Berbagai Belahan Dunia

lalat tentara hitam

Budidaya Maggot merupakan upaya alternatif untuk menjawab isu penanganan sampah secara cepat. (Foto: Elnusa Petrofin)

Budidaya Maggot merupakan upaya alternatif untuk menjawab isu penanganan sampah secara cepat. Ini juga diharapkan menjadi pendorong peningkatan ekonomi warga melalui hasil pengelolaan Maggot yang dapat dijual.

Maggot adalah salah satu serangga yang membutuhkan sampah untuk berkembang. Serangga ini mampu mengurangi sampah organik sebanyak 800 kg per bulan di Siantan Hulu.

Putiarsa Bagus Wibowo, Head of Corporate Communication & BoD Support Elnusa Petrofin menyampaikan bahwa pemilihan program CSR Budidaya Maggot BSF ini merupakan upaya Elnusa Petrofin dalam mendukung kebersihan di sekitar wilayah operasional. Selain itu budidaya Maggot juga dapat menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat Siantan Hulu.

"Budidaya Maggot ini sebagai bentuk dukungan Elnusa Petrofin kepada PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya telah memulai kegiatan CSR terintegrasi melalui program Katana Pangeran (Kampung Tanggap Bencana, Penggerak Kesadaran Lingkungan) 27 di wilayah tersebut,” ungkap Putiarsa.

Program CSR Budidaya Maggot ini ditujukan bagi 40 kelompok warga yang telah terbentuk. Bentuknya pemberian bantuan bibit, rumah produksi, hingga pemdampingan agar mampu menjalankan Budidaya tersebut secara mandiri.

Baca juga:

Jangan Jijik, Ini Manfaat Konsumsi Serangga

lalat tentara hitam
Dari sisi ekonomi, Budidaya Maggot diproyeksi mampu menghasilkan keuntungan untuk kelompok masyarakat hingga Rp 5.000.000 per bulan. (Foto: Elnusa Petrofin)

Wis Hardianto, Ketua RW 27 Siantan Hulu sekaligus ketua Kampung Tangguh 27, menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat. Menurutnya, warga Kampung Tangguh 27 telah sekian lama menghadapi permasalahan sampah.

"Selain itu, program CSR ini pun menjadi kolaborasi antara Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga. Jadi kami bisa menjalankan langsung karena masih berkesinambungan,” ujar Wis.

Dari sisi ekonomi, Budidaya Maggot diproyeksi mampu menghasilkan keuntungan untuk kelompok masyarakat hingga Rp 5.000.000 per bulan. Pangsa pasarnya telah tersedia. Hasil budidaya Maggot akan dijual langsung ke pengepul. Maggot memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai pakan ayam, ikan, dan bahan komsumsi hewani lainnya.

Program CSR ini dinilai mendukung Sustainable Development Goal’s (SDG’s) Pemerintah. Sebab, program bertujuan pula menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif, dan pekerjaan yang layak bagi semua.

Melalui program ini juga diharapkan tercipta pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Perusahaan berharap CSR Budidaya Maggot dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dari segi lingkungan dan ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran kelompok binaan perusahaan yang strategis membuktikan adanya usaha pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (dru)

Baca juga:

Selain Belalang, Serangga ini Jadi Pangan Tradisional di Indonesia

#Sains #Sampah #CSR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Lainnya
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Coway memperkuat kehadiran di Surabaya melalui IndoBuildTech 2026 dan program CSR, sekaligus memperkenalkan Slim Stand dan Yonsu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Lifestyle
BWAP 2026 Angkat Semangat Kartini, Hadirkan Listrik Tenaga Surya di Desa Letepalolo
Beauty With a Purpose 2026 menghadirkan PLTS, lampu tenaga surya, dan Perpustakaan Kartini bagi warga Desa Letepalolo, Sumba Barat Daya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
BWAP 2026 Angkat Semangat Kartini, Hadirkan Listrik Tenaga Surya di Desa Letepalolo
Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Program ini untuk perubahan perilaku dan fokus penanganan sampah dari sumber sampah serta perbaikan tata kelola sampah terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Indonesia
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
. Setiap pihak yang menghasilkan, mengangkut, maupun mengelola sampah harus dapat mempertanggungjawabkan alur penanganannya.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Bagikan