BPN: Prabowo Tidak Bermaksud Serang SBY

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 14 April 2019
BPN: Prabowo Tidak Bermaksud Serang SBY

Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menegaskan calon presiden Prabowo Subianto tidak bermaksud menyerang Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikan Andre untuk mengklarifikasi pernyataan Prabowo dalam debat pamungkas capres-cawapres menyinggung kesalahan presiden-presiden sebelumnya, terutama dalam kebijakan impor.

Menurut Andre Ketua Umum Partai Gerindra itu selalu konsisten berbicara tentang Pasal 33 UUD 1945. Pasal itu menyebutkan tentang kewajiban negara menguasai kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat.

"Bagaimana kita dari awal merdeka sampai sekarang, kita kurang konsisten, kurang komitmen dalam melaksanakan Pasal 33," kata Andre dia di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Pasal itu, kata Andre, turut disinggung Prabowo dalam debat Pilpres 2019 kelima. Menurut dia, eks Danjen Kopassus itu tidak bermaksud menyerang SBY ketika berbicara Pasal 33 UUD 1945.

"Jadi, tidak ada maksud menyerang Pak SBY. Jadi, ini soal (penerapan) Pasal 33 (UUD 1945)," jelas Andre.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga kanan) disaksikan oleh Ibu Ani Yudhoyono (kanan) dan Mantan Wapres Boediono (kiri) saat pembukaan kongres Partai Demokrat ke-IV di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5). ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Andre lantas mengkritik pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Wakil Sekjen Partai Gerindra ini, Jokowi tidak mampu melanjutkan kesuksesan yang telah dicapai pemerintah era SBY selama 10 tahun.

"Namun, yang penting, Pak Jokowi kami anggap gagal melaksanakan dan melanjutkan pondasi yang sudah diletakkan Pak SBY," tegas dia.

Sebelumnya, dalam debat kelima Prabowo menyebut persoalan ekonomi dan deindustrialisasi yang menimpa Indonesia merupakan kesalahan semua pihak. Secara khusus Prabowo menyebut itu sebagai kesalahan presiden-presiden sebelum Jokowi.

"Saya tidak menyalahkan Bapak, ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Benar. Itu pendapat saya," ujar Prabowo. (Pon)

#Prabowo-Sandiaga #Prabowo Subianto #Susilo Bambang Yudhoyono #Debat Capres-cawapres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Kasus dugaan penyadapan Prabowo menjadi sorotan. Istana meminta Polri mengusut perkara tersebut secara transparan dan tidak menutupi fakta.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Indonesia
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Kepala BIN, Muhammad Herindra, menemui Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana. Hal itu di tengah dugaan penyadapan ilegal yang mengarah ke makar.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Indonesia
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Kasetpres, Letjen TNI Ariyo Windutomo, ditunjuk menjadi Plt Kepala KSP menggantikan Listyo Sigit. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Indonesia
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Mensesneg, Prasetyo Hadi, mempertanyakan motif penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Indonesia
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Listyo Sigit Prabowo resmi dicopot dari KSP, setelah menjadi tersangka penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Indonesia
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo lewat server LIMS Polri bikin heboh. Apa itu LIMS dan gimana cara kerjanya? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Indonesia
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Polri tetapkan KSP Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP) & 7 anggota polisi sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo. Cek rincian kasusnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 03 November 2026
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Lifestyle
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Proses penulisan novel ini berlangsung di tengah berbagai kesibukan dan perjalanan SBY ke sejumlah negara.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Bagikan