Merahputih.com - Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideoloi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo mengimbau masyarkat untuk menjaga etika bermedia sosial.
Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk mengucilkan atau tidak mengikuti kanal-kanal youtube dan media sosial yang kontennya tidak beretika dan tidak bermoral serta berpotensi memecah belah bangsa.
“Saatnya masyarakat cerdas para youtuber itu jangan diberi tempat, maka disinilah pentingnya literasi dan kritis," kata Benny kepada Merahputih.com, Jumat, (27/8).
Baca Juga
Hal ini mengingat masih banyaknya akun-akun yang berpotensi memecah belah bangsa. Diantaranya yakni kasus youtuber Muhammad Kece hingga Yahya Waloni. Keduanya kini dijadikan tersangka.
“Para youtuber itu harus jelas, bahwa mereka memiliki etika kepantasan publik, yang baik ya wartakan yang baik. Tetapi yang buruk itu harus dihidnari ucapnya," beber dia.
Menurutnya, yang dilakukan Muhammad Kece dan youtuber-youtuber lainnya yang memperolok-olok agama merupakan tindakan tidak terpuji dan dilarang oleh semua agama.
Dirinya bahkan mengecam perbuatan tersebut hanya sebatas mencari sensasi siupaya pengikutnya atau followernya banyak. “Tak boleh menjelekkan agama manapun," ujar Benny.
Ia mengingatkan, situasi pandemi COVID-19 ini, merupakan tantangan yang berat. Sehingga diharapkan masyarakat untuk memperkokoh persatuan, solidaritas, gotong royong bukan justru membuat masalah baru.
“COVID-19 ini menguras energi dan membuat penderitaan masyarakat harusnya konten empatinya kesitu, jangan menambaha masalah lain," sambungnya.
Baca Juga:
Rohaniwan Katolik ini berpesan masyarakat harus lebih selektif berdasarkan etika kepantasan public dalam bermedia social.
"Esensi bermeda sosial adalah untuk berkomunikasi berhubungan yang jauh menjadi dekat demi kemajuan kemanusiaan, " jelas Benny. (Knu)