MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi fenomena El Nino. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan El Nino perlu diantisipasi secara serius karena berpotensi memicu kemarau panjang, peningkatan suhu, serta menurunnya curah hujan yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk potensi kebakaran.
BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan iklim dan menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat.
"Melalui kelurahan tangguh bencana dan jejaring relawan, kami meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi kekeringan dan dampak turunan lainnya," kata Marulitua di Jakarta, Rabu (29/4).
Lebih lanjut, kata dia, sistem call center tetap siaga 24 jam untuk menerima laporan kejadian darurat secara cepat dan terintegrasi lintas instansi. "Kami berkolaborasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta instansi terkait untuk memastikan kesiapan air, pengendalian lingkungan, dan respons cepat terhadap potensi kejadian," urainya.
Baca juga:
El Nino Diprediksi Lebih Panjang, Pemprov DKI Aktifkan Water Mist untuk Tekan Polusi
Di satu sisi, terkait dengan risiko kebakaran yang meningkat saat musim kemarau, BPBD DKI bersama Dinas Gulkarmat melakukan pemantauan di wilayah rawan kebakaran, termasuk permukiman padat dan area lahan kering.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan penggunaan api. Posko siaga, hidran, serta armada pemadam dipastikan dalam kondisi siap operasional, termasuk dukungan suplai air di titik-titik rawan.
"Jika terjadi kebakaran, penanganan dilakukan secara cepat melalui sistem komando terpadu dengan melibatkan BPBD, Dinas Gulkarmat, aparat wilayah, dan relawan," ucapnya.
BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan potensi keadaan darurat melalui layanan Jakarta Siaga 112.
"Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dampak dari fenomena iklim ekstrem ini," tutupnya.(Asp)