Boyolali Diguyur Hujan Abu Gunung Merapi, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 08 Agustus 2021
Boyolali Diguyur Hujan Abu Gunung Merapi, Warga Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Hujan abu vulkanik di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/8). (MP/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gunung Merapi kembali erupsi, Minggu (8/8). Akibat kejadian tersebut, sejumlah desa Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah diguyur hujan abu vulkanik.

Sekretaris Desa Tlogolele Neigen Achtah mengatakan, hujan abu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB.

"Hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi terjadi di semua wilayah Desa Tlogolele. Namun, ada yang tebal dan ada yang tipis," ujar Neigen. Desa Tlogolele berada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Baca Juga:

Sejumlah Wilayah di Lereng Gunung Merapi Diguyur Hujan Abu

Dikatakannya, hujan abu yang cukup tebal itu antara lain melanda dukuh yang berada di wilayah atas dekat dengan puncak Merapi. Dukuh tersebut, yakni Dukuh Stabelan, yang merupakan dukuh paling atas di Desa Tlogolele. Kemudian Dukuh Karang, Belang, dan Takeran.

"Abu vulkanik cukup tebal menutupi jalan desa dan tanaman sayuran, tembakau, atap genting rumah warga," kata dia.

Awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi pada Minggu (8/8). (ANTARA/HO/twitter BPPTKG)
Awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi pada Minggu (8/8). (ANTARA/HO/twitter BPPTKG)


Meski demikian, Neigen menegaskan, hujan abu tidak berdampak pada aktivitas warga setempat. Warga tetap beraktivitas normal.

"Masyarakat beraktivitas seperti biasa. (Hujan abu) tidak berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat di desa," kata dia.

Kepala Desa Klakah Marwoto mengatakan, wilayah Desa Klakah juga terjadi hujan abu tipis dan tidak berpengaruh pada aktivitas warga. Warga tetap tenang beraktivitas ke kebun seperti biasa.

"Warga tidak panik karena sudah terbiasa dengan hujan abu vulkanik setiap terjadi erupsi Gunung Merapi," kata Marwoto.

Baca Juga:

Merapi 'Batuk', Sejumlah Wilayah DIY Dilanda Hujan Abu

Sebelumnya, BPPTKG menyebutkan, terjadi rangkaian awan panas guguran Merapi tanggal 8 Agustus 2021 pukul 4.58 WIB dengan amplitudo maksimal 20 mm dengan durasi 222 detik.

Jarak luncur terjauh ± 3.000 m ke arah barat daya (Kali Bebeng). Angin bertiup ke barat. Teramati kolom asap setinggi 1.000 m di atas puncak. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Merapi 'Batuk-Batuk' di Lebaran Hari Kedua, Lava Pijar Sampai 1,4 Km

#Boyolali #Gunung Merapi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Tradisi
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Struktur stupa diperkirakan berasal dari era klasik Buddha abad ke-8 hingga ke-10 Masehi dengan ragam hias flora.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Arkeolog Prediksi Temuan Stupa di Proyek Jalan Boyolali dari Era Klasik Buddha Abad ke-8
Indonesia
Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia
“Struktur benda yang ditemukan berbentuk seperti lonceng. Dari corak yang terlihat, diduga objek ini peninggalan era Buddha."
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Temuan Stupa di Boyolali, Balai Pelestarian Kebudayaan Lakukan Kajian Termasuk untuk Memperkirakan Usia
Indonesia
Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan
Tim Ahli Pendaftaran Cagar Budaya, Farid Burhanuddin, membenarkan temuan itu.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan
Indonesia
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Koperasi Merah Putih di Boyolali, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar
Polres Boyolali membongkar kasus penipuan proyek Koperasi Merah Putih. Total kerugian mencapai Rp 1,2 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
Polisi Bongkar Kasus Penipuan Koperasi Merah Putih di Boyolali, Kerugian Capai Rp 1,2 Miliar
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Indonesia
Perampokan Sadis di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas dan Ibu Kritis
Kasus perampokan sadis terjadi di Boyolali, Kamis (29/1). Bocah berusia 5 tahun tewas dan ibunya kritis.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Perampokan Sadis di Boyolali, Bocah 5 Tahun Tewas dan Ibu Kritis
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Bagikan