MerahPutih.com - Isu reshuffle kabinet kembali menjadi topik hangat pemberitaan media massa. Setelah aksi walk out Fraksi PAN DPR RI dalam voting keputusan RUU Pemilu, kabar tersebut semakin panas.
Sejumlah pengamat menganalisis, aksi walk out PAN menjadi alasan perombakan tersebut.
Menilai hal itu, pengamat politik UIN Jakarta Pangi Syarwi mengatakan, tidak elok juga membongkar kabinet hanya berlandaskan loyalitas.
"Tapi kalau hanya untuk mengotak-atik, saya pikir agak sesat politik juga, baiknya basisnya kinerja lah. Karena ini akan mengukur trust ke Jokowi juga," kata Pangi di Jakarta, Selasa (2/8).
Meski begitu, kata dia, faktor loyalitas atau basis politik dibutuhkan juga untuk menjaga kestabilan pemerintahan.
"Tujuan masuk ke kabinet, 'kan agar partai loyal mendukung pemerintah, itu, 'kan cara. Tapi kalau gak ada keberhasilan dalam kinerja dipertanyakan juga untuk apa kalau sering. Itu menggangu ritme kerja menteri dan pemerintahan," kata dia.
Ia pun berharap, bongkar pasang menteri kabinet menjadi yang terakhir kalinya, jika saja itu benar-benar terjadi.
"Kalau bisa ini terakhir kalinya, menjelang pilpres 2019, sama saja kan bongkar pasang menteri tapi tidak ada keberhasilan yang dicapai. Pasti akan mengganggu kerja menteri dan pemerintah," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait reshuffle lainnya di: 'Reshuffle' Jilid III, Hanya Tuhan Dan Jokowi Yang Tahu