BNPB Tegaskan hanya Presiden Prabowo yang Berhak Tentukan Status Bencana Nasional di Sumatra
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Setpres)
MERAHPUTIH.COM - KEPALA Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari memastikan lembaganya tak bisa menetapkan sendiri status bencana nasional di Sumatra. Abdul mengatakan penerapan status bencana nasional atas banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara hingga Sumatra Barat merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
"Keputusan bencana nasional atau tidak sepenuhnya di tangan Presiden sesuai UU 24/2007 Pasal 51," kata Abdul Muhari kepada wartawan, Rabu (3/12).
BNPB akan mengikuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan BNPB berkomitmen bekerja semaksimal mungkin terhadap apa pun status yang ditetapkan. "Kami di BNPB sesuai arahan Presiden terus mengupayakan seoptimal mungkin untuk mengejar distribusi logistik dan pencarian korban," ungkapnya.
Belakangan ini wacana penetapan status bencana nasional ramai diperbincangkan, setelah bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah Sumatra.
Baca juga:
Banyak pihak mempertanyakan mengapa pemerintah belum menetapkan status bencana nasional untuk bencana tersebut, padahal dampak kerusakan dan korban jiwa yang ditimbulkan sangat besar.
Penetapan status bencana nasional bukan sekadar label administratif. Itu merupakan sebuah keputusan strategis yang membuka akses terhadap sumber daya, pendanaan, dan mekanisme koordinasi pemerintah yang lebih luas.
Tanpa penetapan ini, respons dan pemulihan bisa terhambat, dan yang paling dirugikan yakni korban di lapangan.(knu)
Baca juga:
MPR: Penetapan Status Bencana Nasional Bergantung Keputusan Presiden Prabowo
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra
Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan