BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Barat untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 12 Maret 2025
BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Barat untuk Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Proses modifikasi cuaca. (Foto: dok. BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem yang berdampak hujan deras pada periode 11 hingga 20 Maret 2025 di wilayah Jawa Barat.

Menyikapi potensi cuaca ekstrem itu, BMKG secara resmi melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat guna mengurangi potensi bencana hidrometeorologi. Operasi ini bertujuan untuk mempercepat penurunan hujan pada awan yang bergerak dari laut menuju daratan serta mengendalikan curah hujan di daerah rawan banjir dan longsor.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca, Tri Handoko Seto, mengatakan, teknik yang digunakan dalam OMC ini adalah penyemaian awan dengan bahan tertentu. Pada tahap pertama, hujan dipercepat penurunannya menggunakan Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan pada awan yang tumbuh di atas laut dan waduk.

"Jadi, yang kita lakukan untuk operasi ini adalah mengurangi curah hujan yang turun di wilayah daratan, khususnya yang berpotensi banjir, sehingga menjadi air yang bermanfaat bagi kehidupan," ujarnya, Rabu (12/3).

Baca juga:

BMKG Sebut OMC Bikin Jakarta Enggak Banjir, Hanya Hujan Ringan Hingga Sedang

Operasi ini dimulai 11 hingga 20 Maret 2025, dengan posko utama di Lanud Husein Sastranegara, Bandung dan dilakukan agar hujan turun lebih awal di wilayah yang lebih aman dan mengurangi intensitas hujan yang jatuh di daratan.

Misalnya, jika diprediksi terjadi hujan lebat di Cirebon, maka awan-awan yang terbentuk di laut akan disemai sehingga saat mencapai daratan, intensitas hujan berkurang menjadi sedang.

Selain itu, jika terdapat awan berpotensi hujan lebat di daratan, seperti di Bandung, maka penyemaian dilakukan menggunakan Kalsium Oksida (CaO) untuk mengurangi intensitas hujan. Dengan metode ini, hujan yang tadinya diprediksi sangat lebat dapat dikendalikan menjadi hujan sedang atau ringan, sehingga tidak menyebabkan banjir atau longsor.

Sebelumnya, OMC hanya difokuskan di wilayah Jabodetabek, namun kali ini diperluas ke Jawa Barat mengingat prediksi BMKG yang menunjukkan curah hujan tinggi pada dasarian kedua bulan Maret, yaitu 11-20 Maret 2025.

BMKG berkolaborasi dengan BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan operasi ini. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat dan dihadiri oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Komandan Lanud Husein Sastranegara Bandung, serta Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat.

Baca juga:

BPBD Lakukan OMC Antisipasi Ancaman Cuaca Ekstrem di Jakarta

Secara teknis, setiap sorti pesawat dalam operasi ini membawa sekitar 800 kilogram bahan semai, dengan rata-rata tiga sorti per hari. Efektivitas operasi ini bergantung pada umur dan fase awan. Awan yang sudah matang dapat menghasilkan hujan dalam waktu 10 menit setelah penyemaian, sedangkan awan dalam fase pertumbuhan membutuhkan sekitar satu jam.

BMKG berharap dengan adanya operasi ini, curah hujan di wilayah daratan dapat direduksi hingga 30-60 persen dari total prediksi curah hujan. Misalnya, jika diperkirakan hujan dengan intensitas 100 milimeter, maka setelah modifikasi cuaca dapat dikurangi menjadi 40-70 milimeter.

Dengan demikian, diharapkan potensi bencana akibat hujan ekstrem dapat ditekan, sekaligus mengoptimalkan manfaat air bagi kehidupan sehari-hari.

#Modifikasi Cuaca #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
BNPB menetapkan bantuan rumah korban gempa NTT sebesar Rp 15 juta untuk rusak ringan, Rp 30 juta rusak sedang, dan Rp 70 juta rusak berat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
BNPB Tetapkan Bantuan Korban Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Rp 70 Juta
Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
BNPB merencanakan operasi water bombing karhutla pada 18 September 2026 di enam provinsi Sumatra dan Kalimantan. Simak daftar lokasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Wisata Bromo tutup total gara-gara kebakaran hutan (karhutla) Jatim yang masih berlanjut. Cek update kondisi terkini titik api di Bromo, Semeru, dan Argopuro di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Indonesia
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Inspeksi maraton mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga Kota Cilegon dengan mengacu pada indikator standar internasional Tsunami Ready.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Indonesia
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Pemerintah memastikan anggaran penanganan bencana dapat ditambah sesuai kebutuhan. BNPB saat ini memiliki dana hampir Rp 1 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
BNPB menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke Laut Hindia. Lampung, Banten, Jawa Barat hingga Jakarta lebih kondusif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Bagikan