MerahPutih.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Bitung, Sulawewi Utara, Kamis (2/4), tidak akan mendorong titik gempa lain di area tersebut
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, ada perbedaan, misalnya dengan di Aceh, walaupun termasuk daerah rawan gempa dan tsunami.
Ia mengatakan, daerah yang merasakan gempa adalah daerah yang punya titik rawan di darat ataupun di laut dekat dekat kawasan titik gempa Sulut.
Rahmat mengatakan, pihaknya tetap memonitor gempa susulan, yang berpotensi melebar atau tidak di area sekitar.
Ia menegaskan, akan mengirimkan tim untuk bertugas melakukan pemetaan dampak gempa serta pemantauan aktivitas susulan hingga potensi kerawanan dari daerah-daerah terdampak gempa skala tinggi itu.
“Kami di sana melakukan survei gempa merusak, termasuk pemetaan makroseismik dan mikroseismik,” katanya.
Pemetaan makroseismik dilakukan untuk mengetahui sebaran kerusakan akibat gempa, sedangkan mikroseismik digunakan untuk memonitor gempa susulan.
BMKG juga akan memasang peralatan portable seismograph pada sejumlah titik di Maluku Utara dan sekitarnya untuk memperkuat pemantauan aktivitas seismik. Data gempa mikro tersebut dinilai penting untuk menganalisis durasi dan potensi berakhirnya gempa susulan.
“Meski tidak selalu berdampak besar, gempa-gempa kecil ini menjadi indikator penting dalam analisis aktivitas seismik,” katanya. (Tka)