Supermoon 2018

BMKG dan Pemprov NTB Ajak Masyarakat Amati Supermoon

Eddy FloEddy Flo - Senin, 29 Januari 2018
BMKG dan Pemprov NTB Ajak Masyarakat Amati Supermoon

Proses terjadinya gerhana bulan total yang disebut dengan super blood moon (Foto: Screenshot express.co.uk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Fenomena langit langka Supermoon atau Gerhana Bulan Total (GBT) yang akan terjadi pada tanggal 31 Januari nanti sangat disayangkan jika terlewatkan begitu saja. Gerhana Bulan Total atau Supermoon disebutkan hanya terjadi sekitar 150 tahun sekali.

Untuk menyaksikan fenomena alam yang luar biasa menarik ini, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mataram mengajak masyarakat untuk mengamati Supermoon di Islamic Center.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto di Mataram, Senin (29/1) mengatakan Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram dijadikan sebagai lokasi pengamatan gerhana bulan menggunakan teropong canggih karena bertepatan dengan akan diadakannya shalat sunah gerhana bulan.

"Shalat sunah gerhana bulan rencananya dipimpin oleh Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi," katanya.

BMKG Stasiun Geofisika Mataram, kata Agus Riyanto sebagaimana dilansir Antara, akan melakukan pengamatan gerhana bulan total bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Pengamatan menggunakan teropong akan dilakukan di halaman Islamic Center mulai pukul 18.00 WITA. Jika gerhana bulan total sudah terlihat, maka shalat sunah gerhana bulan bisa dimulai.

"Pengamatan gerhana bulan total diadakan di Islamic Center, agar masyarakat bisa beribadah sambil berwisata rohani," ujar Agus.

Agus Riyanto menjelaskan gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

"Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya," katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan gerhana bulan total yang akan terjadi pada 31 Januari 2018 dapat diamati dari Indonesia, salah satunya Kota Mataram, NTB.

Gerhana bulan total 31 Januari 2018 merupakan anggota ke-49 dari 73 anggota pada seri Saros 124. Gerhana bulan sebelumnya yang beraosiasi dengan gerhana ini adalah gerhana bulan total 21 Januari 2000.

Adapun gerhana bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini adalah gerhana bulan total 11 Februari 2036. Semua gerhana bulan dalam seri Saros 124 terjadi saat bulan bergerak ke arah utara ekliptika bumi.

"Untuk bisa kembali mengamati gerhana bulan total mungkin butuh 150 tahun lagi. Makanya, datang ke Islamic Center, biar bisa melihat dengan jelas menggunakan teropong canggih," pungkas Agus Riyanto.(*)

#Supermoon #Gerhana Bulan #Nusa Tenggara Barat (NTB)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total
Berbeda dari gerhana bulan, gerhana matahari justru berlangsung saat fase bulan baru
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026
Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total
Indonesia
Kalender Lengkap Bulan Purnama 2026: Jadwal, Nama Unik, dan Cara Seru Menikmatinya
Bulan jarang sekali benar-benar 'penuh' 100 persen
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
Kalender Lengkap Bulan Purnama 2026: Jadwal, Nama Unik, dan Cara Seru Menikmatinya
Olahraga
PON 2028 Digelar di 3 Provinsi, Jakarta sebagai Penunjang
Erick menjelaskan bahwa penetapan Jakarta sebagai provinsi penunjang telah memiliki payung hukum setelah disahkan melalui Rapat Kerja Nasional Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Frengky Aruan - Rabu, 01 Juli 2026
PON 2028 Digelar di 3 Provinsi, Jakarta sebagai Penunjang
Berita Foto
Pameran Mini Astronomi di Planetarium Jakarta Ajak Pengunjung Mengenal Gerhana Lebih Dekat
Pengunjung mengamati berbagai karya visual Gerhana dalam Pameran Mini Astronomi di Planetarium, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 03 Maret 2026
Pameran Mini Astronomi di Planetarium Jakarta Ajak Pengunjung Mengenal Gerhana Lebih Dekat
Berita Foto
Antusias Warga Amati Gerhana Bulan Total di Planetarium Jakarta dengan Teropong Bintang
Seorang warga melihat Gerhana Bulan Total dengan memakai teropong bintang di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/226).
Didik Setiawan - Selasa, 03 Maret 2026
Antusias Warga Amati Gerhana Bulan Total di Planetarium Jakarta dengan Teropong Bintang
Lifestyle
Kapan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026? Ini Jam Puncaknya di Indonesia
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 bisa disaksikan di Indonesia. Simak jadwal lengkap, jam puncak, durasi totalitas, dan wilayah terbaik untuk melihatnya.
ImanK - Senin, 02 Maret 2026
Kapan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026? Ini Jam Puncaknya di Indonesia
Indonesia
Gerhana Bulan Total 3 Maret, BMKG: cuma Bisa Dilihat di Indonesia
Gerhana bulan total secara spesifik terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis sejajar.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Gerhana Bulan Total 3 Maret, BMKG: cuma Bisa Dilihat di Indonesia
Indonesia
Bulan Raksasa Sambangi Langit Indonesia: Supermoon Cold Moon Puncak di 4 - 5 Desember 2025
Supermoon Cold Moon akan menghiasi langit Indonesia pada 4–5 Desember 2025, muncul 14% lebih besar dan 30% lebih terang. Simak waktu terbaik untuk mengamatinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
Bulan Raksasa Sambangi Langit Indonesia: Supermoon Cold Moon Puncak di 4 - 5 Desember 2025
Indonesia
Banjir Rob Meluas, 18 RT di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Terendam
Banjir rob terjadi karena adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase bulan purnama dan perigee (supermoon).
Dwi Astarini - Kamis, 04 Desember 2025
Banjir Rob Meluas, 18 RT di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Terendam
Indonesia
Aktivitas Kegempaan Gunung Sangeang Api di NTB Menurun, Tidak Mengurangi Tingkat Kewaspadaan
Gunung Sangeang Api saat ini masih menyandang status Level II atau Waspada.
Frengky Aruan - Senin, 24 November 2025
Aktivitas Kegempaan Gunung Sangeang Api di NTB Menurun, Tidak Mengurangi Tingkat Kewaspadaan
Bagikan