BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System

Ilustrasi (Foto: YouTube/Info BMKG)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) diminta memperkuat sistem mitigasi dan literasi kebencanaan guna menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat lebih siap dan tanggap melalui penyebaran informasi yang masif, mulai dari penggunaan teknologi digital hingga edukasi dini di bangku sekolah.

Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara, menekankan pentingnya amplifikasi informasi cuaca melalui kanal yang dekat dengan keseharian masyarakat. Pola penyebaran informasi di negara maju harus menjadi rujukan utama dalam membangun kesadaran risiko bencana di tanah air.

Baca juga:

Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta

"Perlu upaya lebih seperti SMS blast, WA blast, bahkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder agar masyarakat mudah memperoleh informasi terkait early warning system. Kalau perlu, bekerja sama juga dengan aplikasi-aplikasi populer," ujar Teguh dalam keterangannya, Kamis (29/1).

Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga mengusulkan pemanfaatan media sosial dan figur publik untuk menjangkau generasi muda. Menurutnya, edukasi tidak boleh kaku dan harus beradaptasi dengan tren komunikasi masa kini.

"Kenapa tidak bekerja sama dengan influencer untuk meningkatkan awareness masyarakat? Saya melihat konten YouTube untuk anak kecil bisa menjadi sarana edukasi antisipasi tanggap bencana sejak dini," tambahnya.

Perlindungan Anak dan Literasi Sekolah

Senada dengan Teguh, Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Lokot Nasution, menyoroti kerentanan anak-anak saat terjadi bencana alam. Basarnas juga diminta memberikan perhatian khusus pada materi SAR (Search and Rescue) bagi siswa di sekolah-sekolah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa dari kelompok umur tersebut.

Baca juga:

Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu

"Saya yakin sangat banyak korban anak-anak pada bencana seperti di Aceh-Sumatera. Ini yang selalu saya mintakan kepada Bapak Kepala Basarnas, tolong berikan materi SAR untuk anak-anak kita di sekolah," tegas Lokot.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan infrastruktur di daerah tidak boleh menjadi alasan terhentinya pendidikan kebencanaan. Komisi V berkomitmen untuk terus memperjuangkan kelengkapan fasilitas yang ideal bagi BMKG dan Basarnas agar fungsi prediksi dan evakuasi berjalan optimal.

#DPR #DPR RI #Basarnas #Tim SAR
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System
Basarnas juga diminta memberikan perhatian khusus pada materi SAR
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
BMKG dan BNPP Diminta Gandeng Influencer dan Aplikasi Populer Sebagai Modernisasi Early Warning System
Indonesia
Perkuat Sistem Pajak, DPR RI Pertahankan Pasal Kerahasiaan UU KUP
DPR RI menyoroti penggunaan frasa ‘pihak lain’ dalam pasal tersebut sebagai bentuk larangan yang bersifat menyeluruh
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Perkuat Sistem Pajak, DPR RI Pertahankan Pasal Kerahasiaan UU KUP
Indonesia
Dongkrak Produksi Petani, DPR Minta Plafon KUR di bawah Rp 10 Juta Dihitung Ulang
DPR RI juga menekankan pentingnya penguatan sistem informasi kredit dan peran lembaga penjamin dalam memitigasi risiko kredit bermasalah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Dongkrak Produksi Petani, DPR Minta Plafon KUR di bawah Rp 10 Juta Dihitung Ulang
Indonesia
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Komisi V DPR RI menegaskan bahwa dukungan anggaran harus berbanding lurus dengan dampak nyata bagi publik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Indonesia
Fenomena Sopir Tronton Bawah Umur di Parung Panjang Picu Kritik Tajam Adian Napitupulu
Selain masalah pengawasan, instrumen hukum berupa Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat tentang jam operasional truk juga tidak luput dari kritik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
Fenomena Sopir Tronton Bawah Umur di Parung Panjang Picu Kritik Tajam Adian Napitupulu
Indonesia
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada di Iran.
Frengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Amerika Serikat dan Iran di Ambang Perang, DPR RI Minta Pemerintah Indonesia Siapkan Evakuasi WNI
Indonesia
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Masih Belum Ketemu, Pencarian Diperpanjang 3 Hari Lagi
Pendaki hilang di Bukit Mongkrang, Yasid Ahmad Firdaus, masih belum ditemukan. Operasi pencarian pun diperpanjang hingga 31 Januari 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Masih Belum Ketemu, Pencarian Diperpanjang 3 Hari Lagi
Indonesia
DPR Tagih Jaminan Kesejahteraan Atlet Pascapensiun di Samping Bonus Besar
Penghargaan ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi atlet senior untuk menjaga performa
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
DPR Tagih Jaminan Kesejahteraan Atlet Pascapensiun di Samping Bonus Besar
Indonesia
Lindungi Martabat Pekerja Migran, Pemerintah Diminta Penguatan Tata Kelola Penempatan dari Hulu ke Hilir
Selain perbaikan sistem, DPR RI mendorong sinergi yang lebih solid antara kementerian teknis, pemerintah daerah, dan perwakilan RI di luar negeri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
Lindungi Martabat Pekerja Migran, Pemerintah Diminta Penguatan Tata Kelola Penempatan dari Hulu ke Hilir
Indonesia
DPR Soroti Antrean Panjang RS Lokal, Pasien Lebih Nyaman Berobat ke Penang
Kendala utama di Indonesia bukan pada kualitas dokter, melainkan pada ekosistem layanan yang mencakup transparansi biaya dan efisiensi birokrasi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
DPR Soroti Antrean Panjang RS Lokal, Pasien Lebih Nyaman Berobat ke Penang
Bagikan