Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Parenting

Bisa Jadi ini Alasan untuk Anak Ikut 'Homeschooling'

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 23 Juli 2019
Bisa Jadi ini Alasan untuk Anak Ikut 'Homeschooling'

Ada berbagai alasan untuk anak-anak masuk dalam homeschooling. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA berbagai macam alasan memasukan anak dalam program homeschooling. Bisa jadi karena faktor situasi dan kondisi anak bersosialisasi. Adapula karena kesibukan si anak yang membuatnya harus mengikuti sekolah di rumah. Apapun alasannya tujuannya cuma satu memberikan pendidikan yang layak bagi anak.

Menurut laman Baby Gaga, ada beberapa alasan yang biasanya membuat orangtua harus memasukan anak dalam homeschooling. Meskipun banyak terjadi pro dan kontra dalam masyarakat. Namun sangat membantu dan memiliki nilai positif di sisi lainnya.

Baca Juga: Pentingnya Mendaftarkan Si Kecil ke Taman Kanak-Kanak

1. Punya banyak waktu dengan anak

anak
Waktu dengan Orang Tua Menjadi Lebih Longgar (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Salah satu alasan bagi orang tua memasukan anak ke homeschooling karena keinginan orang tua untuk bersama dengan anak. Perhatian lebih memungkinkan untuk diberikan pada anak-anak. Mungkin saja si anak merasa terabaikan bila masuk ke sekolah pada umumnya. Faktor anak kedua akan membuat anak pertama yang sedang sekolah jadi tidak diperhatikan.

2. Jadwal yang lebih fleksibel

anak
Dengan Mudah Memilah Mana yang Harus Dipelajari (Foto: Pexels/Pixabay)


Sekolah pada umumnya terkadang membuat waktu anak menjadi lebih sempit. Orang tua bisa saja tidak melihat anak hingga petang karena jadwal padat yang ia lalui di sekolah. Mengatur jadwal untuk waktu bersama keluarga pun bisa menjadi susah dikarenakan PR ataupun tugas lainnya. Bisa jadi ini alasan anak tidak dapat pergi kemana-mana. Apalagi jika buah hati ingin berpartisipasi menjadi atlit ataupun kegiatan olahraga di sekolahnya.

Jika anak dimasukkan dalam homeschooling, orang tua bisa dengan mudah mengatur jadwal anak untuk mengerjakan PR. Kegiatan olahraga juga bisa didapat di luar homeschooling. Menjadikan waktu yang dilalui kesayangan menjadi lebih fleksibel.

Baca Juga: Tipe-Tipe Orangtua Zaman Now, Kamu Termasuk yang Mana Nih?

3. Kontrol pada pelajaran lebih penuh

anak
Dengan Mudah Memilah Mana yang Harus Dipelajari (Foto: Pexels/Pixabay)


Orang tua lebih dapat memonitor pelajaran yang diajarkan untuk kesayangan. Seperti halnya pelajaran yang penting atau tidak penting bisa dimonitor dengan mudah. Menjadikan buah hati lebih mudah dalam penguasaan pelajaran yang ia inginkan dan pelajari.


4. Baik untuk anak berkebutuhan khusus

anak
Anak dapat lebih menguasai pelajaran. (Foto: Pexels/Pixabay)

Bisa jadi program homeschooling cocok dengan anak berkebutuhan khusus. Selain itu homeschooling menyediakan kurikulum khusus, banyak istirahat dan waktu diluar, kurangnya jadwal yang padat, dan masih banyak lagi yang bisa didapat untuk anak. Anak bisa dengan mudah menguasai pelajaran yang didapat.


5. Cocok untuk orangtua yang sering berpindah tugas

anak
Orangtua yang sering berpindah cocok mengadaptasi homeschooling. (Foto: Pexels/MikesPhotos)

Terkadang akan sangat susah jika membawa anak ke sekolah pada saat orang tua memiliki tugas yang harus berpindah-pindah. Homeschooling menjadi solusi terbaik yang dapat membuat anak tetap mendapatkan edukasi terbaiknya saat dirinya harus berpindah kemana-mana. (dnz)

Baca Juga: Ucapkan 4 Hal Ini untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

#Anak #Home Schooling #Anak Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Pemberian tiket gratis hanhya bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman rekreasi wisata edukatif dan hiburan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Indonesia
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Pemerintah perlu terlebih dahulu memetakan penyebab fenomena tersebut sebelum menentukan langkah penanganan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Banyak Sekolah Kekurangan Murid Baru, Puan Desak Pemerintah Lakukan Pemetaan
Indonesia
Survei Temukan Ratusan Iklan Rokok Dekat Sekolah, Matraman Jadi Titik Terparah
Hasil survei penelitian IYCTC mendapati 99 persen iklan rokok luar ruang di Jakarta terpasang dalam radius 500 meter dari sekolah, melanggar PP Nomor 28 Tahun 2024 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Survei Temukan Ratusan Iklan Rokok Dekat Sekolah, Matraman Jadi Titik Terparah
Indonesia
Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000
Komisi V DPR minta target 2027 ditingkatkan jadi 10.000 rpoyek jembatan demi akses dan keselamatan masyarakat pelosok.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Tanggapi Seskab Teddy, DPR Minta Target Proyek Jembatan 2027 Ditambah 2 Kali Lipat Jadi 10.000
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah secara tegas mengatakan informasi tersebut tidak benar dan merupakan kesalahpahaman yang telah diselesaikan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Siswa SD di Pemalang Diisukan Dikeluarkan dari Sekolah karena Orangtuanya Kritik MBG, ini Kronologinya
Indonesia
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Melalui integrasi PAUD ke dalam skema wajib belajar, target besar pemerintah adalah menciptakan pemerataan kualitas pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia demi menyambut generasi emas
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Anak Indonesia Wajib Sekolah Lebih Awal, DPR RI Dorong Standarisasi Fasilitas PAUD Nasional
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Bagikan