Detik-Detik Tembok Sekolah Ambruk Timpa 4 Motor, Warga Kehilangan Mata Pencaharian dan Tempat Istirahat
Garis polisi terpasang di sekeliling lokasi robohnya tembok pembatas sekolah SDN 01 dan SDN 02 serta SMPN 130 di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (21/11/2025). ANTARA/Risky Syukur
Merahputih.com - Insiden robohnya tembok pembatas yang memisahkan SDN 01, SDN 02, dan SMPN 130 di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis (20/11) pukul 17.35 WIB menyisakan kepanikan bagi warga sekitar. Salah satu saksi mata, Cici (51), menceritakan detik-detik mengerikan saat insiden itu terjadi.
Cici, yang saat itu berada di depan warungnya, mengaku sudah menyadari bahwa tembok setinggi tiga meter tersebut akan segera ambruk.
"Waktu itu panik. Jadi sebelum roboh, emang udah tahu, kelihatan mau roboh. Udah goyah tuh temboknya. Saya lagi diam di depan warung kan, (lihat ke tembok) kayaknya mau roboh gitu," kata Cici, Jumat (21/11).
Melihat kondisi tembok yang semakin goyah, Cici spontan berlari ke dalam rumahnya untuk menyelamatkan diri. Ia bersyukur insiden ini tidak menelan korban jiwa maupun melukai warga lain yang berada di dekat lokasi.
Baca juga:
Catat Nomor Telepon Posko Pohon Tumbang, Laporkan jika Pohon Miring, Patah, hingga Ambruk
Namun, kerugian material tidak terhindarkan, termasuk empat unit sepeda motor yang tertimpa reruntuhan. Tembok itu juga menimpa tiang listrik di dekat rumah Cici, menyebabkan kabel-kabel tertarik ke bawah dan sempat menimbulkan percikan api. Akibatnya, Cici dan keluarganya belum diizinkan masuk ke dalam rumah.
Dampak Kerugian dan Dugaan Penyebab Insiden
Akibat insiden tersebut, Cici mengalami kerugian ganda. Selain empat motornya tertimpa tembok dan belum dievakuasi, ia juga tidak bisa berdagang dan beristirahat. Atap rumahnya pun bocor akibat kerusakan yang disebabkan tiang listrik yang tertarik.
"Motor (tertimpa tembok), terus jadinya enggak bisa dagang, enggak bisa istirahat juga kan. Terus kalau kalau hujan, asbes bocor. Lihat aja tuh asbes atas, padahal baru dibenerin, jadi bocor kena tiang (listrik)," keluh Cici.
Warga lain, Heni (55), menduga insiden robohnya tembok tersebut merupakan akibat kombinasi dari dua faktor. Pertama, struktur tembok yang rapuh tidak mampu menopang timbunan tanah galian proyek renovasi sekolah di baliknya. Kedua, hujan deras yang mengguyur wilayah setempat selama dua hari sebelumnya memperburuk kondisi tanah galian.
Baca juga:
Pohon Tumbang di Senayan, Transjakarta tak Layani Rute Masjid Agung - ASEAN Arah Kota
Reruntuhan tembok yang sudah dipasangi garis polisi masih menutup total akses gang dan dua rumah warga. Sepeda motor yang tertimpa juga belum dievakuasi. Tembok pembatas di area lain juga terlihat miring dan rapuh. Proyek renovasi sekolah sendiri masih berlanjut.
Cici berharap pihak terkait, terutama pelaksana proyek, segera membersihkan lokasi kejadian dan mengganti kerugian yang dialaminya.
"Harapannya, bisa cepat dibersihin, motornya juga dievakuasi gitu. Ini kan kehalang jadinya. Ada garis polisi juga kan," tutur Cici.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Tak Hanya Bongkar Tiang Monorel, Pemprov DKI Utamakan Penataan Rasuna Said
Pemprov DKI Jakarta Batal Naikkan Tarif Tiket Bus Transjakarta Karena Kondisi Ekonomi
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
DPRD DKI Jakarta Godok Pembentukan 5 Pansus Strategis untuk Tahun 2026
Pemprov DKI Jakarta Beberkan Skema Pembongkaran Tiang Monorel di Kuningan
Anggaran Transjakarta 2026 Disunat, Pemprov DKI Jakarta Putar Otak Cari Tambahan Triliunan Rupiah
JPO Sarinah Dibangun Lagi, Pramono Pastikan Pelican Crossing Tak Ditutup
Flyover Pesing Berlubang, Belasan Kendaraan Menepi Akibat Ban Pecah di Daan Mogot
Dinas Bina Marga Targetkan Perluasan Jalan Rasuna Said Pasca Bongkar Tiang Monorel
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan