MerahPutih.com - Bank Indonesia wilayah DKI Jakarta meyakini perekonomian Jakarta akan bertumbuh hingga mencapai 6,3 persen pada tahun 2020 mendatang meski perekonomian global dan nasional masih terbilang tidak pasti.
"Pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta diprediksi tetap mengalami pertumbuhan di kisaran 5,9 persen-6,3 persen untuk tahun depan, meski tetap dibayangi ketidakpastian situasi global," ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco di Jakarta, Rabu (18/12)
Baca Juga
HPPI: Ajang Formula E Jadi Faktor Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di 2020
Hamid mengatakan, ekonomi di Jakarta masih berpeluang untuk meningkat seiring dengan mulai beroperasinya angkutan massal dan ruas tol yang berada di wilayah lingkar Jabodetabek.
"Proyek transportasi publik seperti MRT, LRT dan ruas tol dalam kota sudah mulai beroperasi. Ini bisa mendorong perekonomian di Jakarta dengan persentase sekitar itu pada tahun depan," ujarnya dilansir Antara.
Berdasarkan data BPS DKI Jakarta, realisasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2019 mencapai 6,07 persen yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya pada 5,72 persen.
Baca Juga
Genjot Perekonomian UMKM di Jakarta, Bank DKI Salurkan Kredit Rp1,4 Triliun
Sementara tren pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tiga tahun terakhir tercatat positif, yakni di angka 5,85 persen pada 2016; 6,22 persen pada 2017 dan 6,17 persen pada 2018 yang disebutnya menyumbang 17 persen dari total pertumbuhan perekonomian nasional sehingga kinerja pemerintah dan pelaku usahanya akan menjadi barometer wilayah lain.
"Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi 2018 Jakarta ini, karena meningkatnya performa ekspor produk otomotif. Ini terjadi setelah agen pemegang merek (APM) mengirim beberapa varian mobil baru ke negara-negara tujuan ekspor, misalnya Asia," katanya
Baca Juga
Dua Sektor Ini Jadi Andalan Perekonomian Yogyakarta Tahun 2020
Dengan pertumbuhan yang baik ini, ke depannya diharapkan Pemprov DKI Jakarta dapat meningkatkannya pada sektor jasa, khususnya pariwisata sebagai andalan pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi posisi Jakarta sebagai kota bisnis sekaligus Ibu Kota Indonesia. (*)