Besok Koalisi Selamatkan Komnas HAM Serahkan Hasil Investigasi
Sejumlah elemen Civil Society yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan KOMNAS HAM menggelar rilis hasil penelusuran 60 calon komisioner KOMNAS HAM. (Foto: MP/Fadli)
Sejumlah LSM/NGO yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan Komnas HAM berencana menyerahkan hasil penelusuran dan tracking calon komisioner Komnas HAM ke Panitia Seleksi (Pansel), Senin (3/7) besok.
Hasil penelusuran rekam jejak 60 komisioner ini diharapkan memberikan masukan dan pertimbangan kepada Pansel dalam mengerucutkan pilihan.
"Upaya kami sebagai salah satu tahapan dari proses mengawal seleksi komisioner Komnas HAM, tujuannya adalah menguatkan dan reformasi KOMNAS HAM," ujar Ketua PBHI Totok Yulianto di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/7).
Ia mengatakan hasil penelusuran dan penilaian telah digelar sejak Pansel menetapkan 60 calon komisioner Komnas HAM, bulan Mei 2017 lalu.
"Besok sekitar jam 10 akan kita serahkan kepada Pansel, di Komnas HAM," kata Totok.
Diharapkan, Pansel memilih calon yang memiliki kompetensi dan kredibilitas baik pada tahap selanjutnya.
"Tahapan selanjutnya kan mengerucutkan nama menjadi sekitar 28-30 calon, dengan hasil tracking rekam jejak ini semoga menjadi bahan pertimbangan," ujarnya.
Sebelumnya, Koalisi Selamatkan KOMNAS HAM merilis hasil penelusuran 60 calon anggota Komisioner KOMNAS HAM yang dinilai dari segi independensi, integritas dan kapasitas.
Hasilnya, ditemukan 13 anggota berafiliasi dengan parpol, 13 orang berafiliasi dengan korporasi/industri, 9 orang terkait dengan kelompok radikal, 5 orang terkait masalah korupsi/gratifikasi dan 8 orang terkait kekerasan seksual.
Adapun, LSM/NGO yang tergabung dalam Koalisi Selamatkan KOMNAS HAM adalah Arus Pelangi, ELSAM, HRWG, ICW, Kontras, Ikohi, Imparsial, Infid, Kapal Perempuan, KPA, KKPK, KPI, LBH Jakarta, PBHI, Setara, WALHI, YLBHI dan YPI. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
DPR Desak LPSK dan Komnas HAM Kawal Kasus Penganiayaan Lansia di Pasaman
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Diusulkan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Kepercayaan Dunia terhadap Indonesia akan Meningkat
DPR Warning Kementerian HAM: Peta Jalan Penyelesaian Pelanggaran HAM Jangan Cuma Jadi Pajangan, Implementasi Harus Se-Progresif Dialognya
METHOSA Rilis Single 'Adu Domba', Angkat tentang Aksi Kamisan dan Rentetan Tragedi HAM
DPR Sambut Peta Jalan Penyelesaian HAM Berat, Negara Diminta Tak Lagi Menunda
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Ruang Pelayanan HAM di Kantor KemenHAM Dinamakan Marsinah, Natalius Pigai Bocorkan Makna di Baliknya
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah