Besi Tua Bekas PT Freeport Diperebutkan, Satu Orang Klaim Dapat Izin Kapolri

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 12 Oktober 2017
Besi Tua Bekas PT Freeport Diperebutkan, Satu Orang Klaim Dapat Izin Kapolri

Tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua, Minggu (20/9). (Foto Antara/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - PT Freeport meninggalkan jutaan ton besi tua yang kini diperebutkan tujuh suku di Papua dari seseorang yang mengaku sudah mendapat izin dari Kapolri.

Tujuh suku yang tergabung dalam Perkumpulan Adat Kapauku Kapawe, Papua menuntut haknya atas 10 juta ton besi tua milik PT Freeport.

"Besinya itu sebanyak 10 juta ton dan berada di 15 pelabuhan di tanah air," kata Haris R, kuasa tujuh suku tersebut, di Jakarta, Rabu (11/10) kemarin.

Sebagaimana dilansir Antara, Kamis (12/10) Haris menyebutkan sebelumnya pihaknya mendapatkan surat yang mengatasnamakan seseorang dengan mengirimkan surat kepada Kapolri untuk memudahkan segala urusan terkait pengurusan, pengelolaan, penjualan dan pengkoordinasian scrap besi tua dan accu bekas dari PT Freeport.

Kemudian ada surat Keputusan Kapolri Nomor: Kep/168/IXX/2017 tanggal 8 Agustus 2017 yang ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Setelah kami cek ternyata surat yang diklaim sepihak atas kepemilikan besi tua itu, ternyata tidak ditemukan. Kami mengeceknya pada 2 Oktober 2017. Berarti surat itu palsu," katanya.

Ia menambahkan kliennya itu memiliki 10 juta ton itu berdasarkan Surat Direktur Pengusahaan Mineral dan Batubara, Departemen Energi dan Mineral Nomor 152/87/DPM/2004 tanggal 16 Januari 2004 mengenai Penghapusan dan Penghibahan Besi Tua.

Kemudian, Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 126 tahun 2004 tentang Penghapusan Ex-Barang Modal milik PT Freeport Indonesia dari Daftar Freeport Indonesia dan Penghibahannya kepada Pemerintah Daerah.

Serta Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia tentang Pemindahtanganan Barang Asal Impor Dalam Rangka Kontrak Freeport Indonesia Co. Dengan tanpa kewajiban membayar bea masuk tanggal 8 Desember 2004.

"Namun tiba-tiba ada orang yang bukan berasal dari Timika, mengklaim besi tua itu miliknya dan dijual kembali melalui perusahaan miliknya. Ini pendzoliman atas tujuh suku yang jelas-jelas pemilik sah atas besi tua itu," katanya.

Ia menambahkan dasar disimpannya 10 juta ton besi tua di 15 pelabuhan itu, tidak lain karena tidak memungkinkan disimpan di satu tempat saja.

"Hingga harus disimpan secara menyebar. 10 juta ton besi tua itu merupakan besi dari 2005 sampai 2013," tandasnya.(*)

#PT. Freeport #Tito Karnavian #Mimika #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
Temuan Ladang Ganja di Yahukimo, Diduga Jadi Sumber Dana Operasional OPM
Satgas menemukan sekitar 21.400 tanaman ganja yang disebut dalam kondisi siap panen.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Temuan Ladang Ganja di Yahukimo, Diduga Jadi Sumber Dana Operasional OPM
Bagikan