Bertemu Presiden Bahas Startup Hingga Unicorn, Johnny Plate Bakal Jadi Menkominfo?

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 22 Oktober 2019
 Bertemu Presiden Bahas Startup Hingga Unicorn, Johnny Plate Bakal Jadi Menkominfo?

Johnny G Plate diminta Presiden Jokowi mengurus sektor digital, startup dan unicorn (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate menjadi politisi Nasdem ketiga yang ketiga bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo dan Siti Nurbaya Bakar sudah mendapat mandat dari Jokowi untuk menjadi bagian dari Kabinet Kerja Jilid II.

Johnny Plate datang dengan berpakaian seperti sejumlah calon menteri lainnya yakni berbaju putih. Usai Bertemu Jokowi, anggota DPR daerah pemilihan NTT 1 ini mengakui bahwa dirinya bersama Presiden membahas industri digital, seperti startup hingga unicorn.

Baca Juga:

Jenderal Tito Karnavian Mundur, Komjen Ari Dono Ditunjuk Sebagai Plt Kapolri

Dari pengakuan tersebut, Plate kemungkinan besar diproyeksi menjabat poisis Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate kemungkinan besar menjabat Menkominfo
Sekjen Nasdem Johnny G Plate saat di Istana Nengara (Foto: antaranews)

"Pengembangan yang berhubungan dengan startup bisnis, unicorn, decacorn dan regulasi yang berhubungan dengan perlindungan data pribadi," ungkap Johnny kepada wartawan, Selasa (22/10).

Ia juga menyinggung tentang regulasi-regulasi perlindungan data nasional dan digitalisasi data.

"Bapak presiden tidak menunjuk secara spesifik penugasan di portofolio yang mana. Karena baru disampaikan besok", jelas pria asal NTT ini.

Johnny mengatakan pembicaraan dengan Presiden Jokowi tidak spesifik bicara pos kementerian yang mana. Namun dia mengatakan Jokowi membutuhkan sosok menteri yang gesit dalam bekerja.

Baca Juga:

Sederet Calon Menteri Jokowi yang Pernah Diperiksa KPK

"Para ahli sudah banyak, yang dibutuhkan manajemen dan pengambilan keputusan. Quick win selalu ada. Kalau terkait digitalisasi memang kebutuhan kekinian. Tapi kita butuh regulasi cepat," ujarnya.

Hingga malam ini, masih ada beberapa tokoh yang menyambangi Istana Negara. Presiden Joko Widodo dijadwalkan baru akan mengumumkan susunan Kabinet Kerja Jilid 2 esok, Rabu (23/10).(Knu)

Baca Juga:

Harta Sri Mulyani Capai Rp46 Miliar, Termasuk Rumah di Amerika

#Partai Nasdem #Kabinet Jokowi Ma'ruf Amin #Menkominfo
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Ketua DPW NasDem DKI Wibi Andrino merespons isu Gibran ingin mengakuisisi NasDem. Ia menyebut hal itu berani, namun membuka peluang jika ingin bergabung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Bagikan