Bersihkan Tangan Pakai Sabun dan Hand Sanitizer di Waktu Berbeda

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 24 April 2024
Bersihkan Tangan Pakai Sabun dan Hand Sanitizer di Waktu Berbeda

Ilustrasi cuci tangan. (Foto: Unsplash/Kristine Wook)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ada dua produk yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan tangan, yakni sabun dan hand sanitizer. Meski sama-sama berfungsi untuk membuat tangan higienis, pemakaian kedua produk ini harus di waktu berbeda.

Waktu tepat memakai sabun untuk mencuci tangan ialah saat benar-benar terlihat debu atau kotoran lainnya menempel pada tangan.

Baca juga:

KAI Commuter Imbau Penumpang KRL Pakai Masker dan Mencuci Tangan

Sementara untuk pemakaian hand sanitizer, yakni bisa dilakukan secara berkala saat tidak terlihat kotoran menempel pada tangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh perawat dari Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso Ns. Hotmarida Silalahi S.Kep M.Kep.

"Kapan saja membersihkan tangan menggunakan air dan sabun? Saat tangan terlihat kotor, ada debu atau residu kotoran, harus cuci tangan selama 40-60 detik, kedua dengan berbasis alkohol hand rub digunakan ketika tangan tidak terlihat kotor secara kasat mata, dilakukan selama 20-30 detik," jelas Hotmarida, dalam sebuah diskusi daring, seperti dilansir Antara, Rabu (24/4).

Baca juga:

Cuci Tangan Tak Boleh Asal-Asalan

Membersihkan tangan, lanjut Hotmarida sangat penting sebagai usaha mencegah dan menularkan virus penyebab penyakit.

Sebaiknya bersihkan tangan juga sebelum menyentuh anggota tubuh sensitif semisal mata, hidung, dan mulut. Sebab tangan menjadi media pindahnya kuman atau virus. Terlebih di rumah sakit, banyak benda yang digenggam banyak orang, contohnya gagang pintu.

"Kalau kita tidak melakukan kebersihan tangan maka akan berisiko menimbulkan penyakit bagi kita dan akan memindahkan paparan lain pada orang dan area sekitar kita," katanya. (ikh)

Baca juga:

Deretan Manfaat Membiasakan Anak Mencuci Tangan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan