MERAHPUTIH.COM - ANCAMAN gangguan kejahatan jalanan bisa terjadi kapan pun. Kenekatan pelaku kejahatan bahkan makin lama makin meningkat. Untuk itu, Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar latihan peningkatan kemampuan personel sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai bentuk kejahatan jalanan yang belakangan mengalami peningkatan, khususnya kasus begal.
Panit Unit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Fechy Jowiberthi Ataupah mengatakan latihan yang digelar mencakup berbagai materi taktis yang dibutuhkan personel saat bertugas di lapangan.
"Kami latihan menembak serta latihan penangkapan terhadap sasaran berjalan, sasaran yang menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat," kata AKP Fechy kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/6).
Latihan bertujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas penegakan hukum di lapangan.
AKP Fechy Jowiberthi Ataupah, Panit Unit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya
Ia menjelaskan kemampuan personel perlu terus diasah agar setiap tindakan kepolisian dapat dilakukan secara tepat, terukur dan meminimalkan risiko. "Khsusunya menghindari adanya korban baik dari anggota maupun masyarakat," ujarnya.
Baca juga:
Aksi Begal Kini Sudah Berada di Level Mengkhawatirkan, Polisi Didukung Bertindak Keras
AKP Fechy mengatakan program pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Untuk periode kali ini, latihan telah berjalan selama dua pekan dan masih akan berlangsung selama tiga pekan mendatang dengan berbagai skenario penanganan kejahatan. "Kami akan terus berlatih demi meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan tugas," katanya.
Lebih lanjut, AKP Fechy menyoroti maraknya aksi begal yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, peningkatan kemampuan personel menjadi salah satu langkah strategis untuk mengantisipasi tingginya angka kejahatan jalanan tersebut. "Inilah salah satu bentuk antisipasi kami terhadap tingginya angka kejahatan, khususnya begal di jalan," ujarnya.
Ia menegaskan, selain mengedepankan kegiatan penyelidikan, patroli, dan langkah-langkah preventif lainnya, kemampuan personel dalam melakukan penindakan juga menjadi perhatian utama.
Menurut AKP Fechy, personel harus memiliki kesiapan fisik maupun kemampuan teknis saat berhadapan langsung dengan pelaku kejahatan yang berpotensi membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat.
"Hal yang kami utamakan yakni penindakan. Oleh karena itu, kemampuan anggota perlu ditingkatkan dalam menindak pelaku begal,” tutup dia.(knu)
Baca juga:
Menteri HAM Natalius Pigai: Begal Tak Boleh Ditembak Mati Tanpa Proses Hukum