Berniat Demo Akibat Larangan Mudik, Sopir dan Kernet Bus Dibubarkan Polisi

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 01 Mei 2020
 Berniat Demo Akibat Larangan Mudik, Sopir dan Kernet Bus Dibubarkan Polisi

Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, Kamis (30/4). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Polres Karanganyar, Jawa Tengah membubarkan belasan sopir dan kernet bus pariwisata dan AKAP yang hendak menggelar aksi ujuk rasa solidaritas ke Solo terkait larangan mudik Lebaran. Mereka yang datang dan berkumpul di alun-alun Kabupaten Karanganyar dengan membawa bus langsung diminta pulang ke rumah masing-masing.

"Kami melakukan patroli melihat ada kerumunan di alun-alun langsung ditindaklanjuti anggota di lapangan dengan membubarkannya," ujar Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni, Kamis (30/4).

Baca Juga:

Imbas Pandemi Corona, Harga Gula Terkerek Naik

Busroni mengungkapkan aksi tersebut tidak ada izinnya dan berpotensi menimbulkan terjadi kerumunan massa sehingga melanggar social distancing di tengah wabah COVID-19. Apalagi, saat ini Kabupaten Karanganyar berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona.

Para sopir dan kernet bus pariwisata demo larangan mudik
Polres Karanganyar membubarkan sopir dan bus yang akan menggelar domo akibat larangan mudik, Kamis (30/4). (MP/Ismail)

"Kami lakukan pendataan ada sekitar 17 PO bus yang ada di alun-alun Karanganyar. Rencana aksi solidaritas sopir dan kernet bus di wilayah Karanganyar juga sudah menyebar di media sosial (medsos).

"Semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa jelas dilarang pemerintah. Kami tanya korlap kegiatan tersebut tidak punya izin dan acara dilakukan saat pandemi COVID-19," kata dia.

Mantan Kasatlantas Polresta Surakarta ini mengatakan kegiatan tersebut ilegal dan langsung dibubarkan. Polres Karanganyar mengimbau mereka kembali ke rumah masing-masing dan stay at home.

"Saya minta para kru bus untuk sama-sama prihatin dan tinggal di rumah demi membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona," tutur dia.

Baca Juga:

Pemprov DKI Tindak 677 Perusahaan Langgar PSBB, 126 Ditutup Sementara

Busroni belum mengetahui pasti tujuan para awak bus tersebut memarkir armadanya di alun-alun Karanganyar. Menurut informasi yang diterimanya mereka akan mengikuti aksi di Kota Solo.

"Larangan mudik membuat sopir dan kernet menjadi tidak punya pemasukan. Apapaun alasannya tetap dilarang menggelar demo," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Warga Jabodetabek Bisa Mudik, Tapi Penuhi Dulu Syarat-Syarat Ini

#Aksi Unjuk Rasa #Mudik Lebaran #Sopir Bus #Kabupaten Karanganyar
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
Penjualan Tiket KA Lebaran 2026 Meningkat, H-2 Jadi Tanggal Terfavorit Pemudik
Penjualan tiket kereta api Lebaran 2026 terus meningkat. KAI mencatat H-2 dan H-3 Lebaran jadi tanggal favorit pemudik, 435 ribu tiket terjual.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Penjualan Tiket KA Lebaran 2026 Meningkat, H-2 Jadi Tanggal Terfavorit Pemudik
Indonesia
DPR Minta Perbaikan Jalan Dikebut untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026
Salah satu fokus utama persiapan mudik yakni preservasi jalan nasional serta jalan tol.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
DPR Minta Perbaikan Jalan Dikebut untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026
Dunia
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan secara independen.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Indonesia
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Koalisi Masyarakat Sipil menilai simulasi baru Polri dalam penanganan unjuk rasa yang berbasis pelayanan sebagai langkah positif menuju reformasi kepolisian yang lebih humanis dan sesuai prinsip HAM.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Indonesia
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Polri tidak ingin tergesa-gesa dalam menetapkan regulasi baru yang akan diterapkan secara nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 November 2025
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Indonesia
Rutan Solo Bakal Direlokasi ke Karanganyar, Komisi XIII DPR: Bangunan Lama Dijadikan Museum dan Kawasan Ekonomi Kreatif
Komisi XIII DPR memastikan relokasi Rutan Kelas I Surakarta ke Karanganyar rampung 2026. Bangunan lama dialihfungsikan jadi museum dan kawasan ekonomi kreatif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 November 2025
Rutan Solo Bakal Direlokasi ke Karanganyar, Komisi XIII DPR: Bangunan Lama Dijadikan Museum dan Kawasan Ekonomi Kreatif
Indonesia
Joglo Semipermanen TPQ Fathul Ilmi Ambruk, 14 Santri Luka-Luka
Peristiwa ambruknya Joglo TPQ Fathul Ilmi terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Wisnu Cipto - Senin, 20 Oktober 2025
Joglo Semipermanen TPQ Fathul Ilmi Ambruk, 14 Santri Luka-Luka
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Emak-emak Tolak MBG di Depan Gedung Badan Gizi Nasional Jakarta
Aksi emak-emak membawa poster menolak program MBG (Makan Bergizi Gratis) di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 15 Oktober 2025
Aksi Unjuk Rasa Emak-emak Tolak MBG di Depan Gedung Badan Gizi Nasional Jakarta
Indonesia
Buruh Kepung Gedung MPR/DPR Hari ini (22/9), Tolak Upah Murah dan Minta Sistem Outsourcing Dihapus
Ribuan buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung MPR/DPR RI, Senin (22/9). Mereka menolak upah murah dan meminta sistem outsourcing dihapus.
Soffi Amira - Senin, 22 September 2025
Buruh Kepung Gedung MPR/DPR Hari ini (22/9), Tolak Upah Murah dan Minta Sistem Outsourcing Dihapus
Bagikan