Berhenti Percaya Mitos Tentang Panjang Umur Jika Ingin Hidup Lebih Lama

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Mei 2022
Berhenti Percaya Mitos Tentang Panjang Umur Jika Ingin Hidup Lebih Lama

Sejumlah mitos soal panjang umur perlu dihentikan. (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORANG tertua di dunia baru ditetapkan kembali oleh Guinness World Records. Dia merupakan biarawati berusia 118 tahun yang tinggal di panti jompo di Prancis Selatan. Dikatakan Suster Andre menikmati cokelat dan segelas wine setiap hari di panti wreda.

Namun, tentunya bukan cokelat dan wine yang membuatnya panjang umur. Malah ternyata suster itu merasa dia seharusnya sudah 'tenang' di alam sana. Suster Andre tidak tahu mengapa dia bisa sampai usia selanjut ini, tapi sebaiknya kamu tahu bahwa ada beberapa kesalahpahaman tentang umur panjang yang perlu diluruskan.

Baca juga:

3 Jenis Minuman yang Dipercaya Bikin Panjang Umur

Mitos 1: Ceria dan optimisme panjangkan usia

Berhenti Percaya Mitos Tentang Panjang Umur Jika Ingin Hidup Lebih Lama
Orang-orang yang ceria dan optimistis sebenarnya hidup lebih pendek. (Foto: freepik/jcomp)

Kepribadian yang optimistis tidak akan membantu kamu berumur panjang. Sebuah studi Longevity Project yang diikuti lebih dari 1.500 orang selama 80 tahun menemukan, bahwa orang-orang yang ceria dan optimistis sebenarnya hidup lebih pendek.

Orang-orang yang hidup paling lama yaitu tipe gigih dan bijaksana. Orang-orang yang berhati ringan, berdasarkan filosofi segalanya akan berhasil dan baik-baik saja, cenderung mengambil lebih banyak risiko dengan kesehatan mereka (seperti melewatkan pemeriksaan yang direkomendasikan) seiring bertambahnya usia.

Itu tidak berarti kamu harus murung atau khawatir untuk melewati lebih banyak ulang tahun. Tertawa sebenarnya adalah obat yang baik. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dewasa usia lanjut yang tertawa setiap hari memiliki tingkat penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah. Cobalah untuk menyeimbangkan kenikmatan hidup dengan pendekatan serius untuk menjaga kesehatanmu.

Mitos 2: Bekerja terlalu keras bikin cepat meninggal

Berhenti Percaya Mitos Tentang Panjang Umur Jika Ingin Hidup Lebih Lama
Pekerja keras sebenarnya memiliki risiko kematian dini 20-30 persen lebih rendah. (Foto: freepik/gpointstudio)

Pekerja keras sebenarnya memiliki risiko kematian dini 20-30 persen lebih rendah, menurut studi Longevity Project. Namun, jika tempat kerja menyebabkan kamu membawa pulang stres, itu tetap buruk bagi kesehatan.

Umumnya, keterlibatan sosial dan stimulasi mental dalam bekerja membawa manfaat nyata. Satu studi menemukan bahwa orang sehat yang bekerja setahun lebih lama sebelum pensiun memiliki risiko kematian 11 persen lebih rendah selama masa studi 18 tahun.

Penelitian lain di Psychological Science menekankan pentingnya memiliki tujuan hidup yang membantu memperpanjang umur. Kamu dapat menemukan tujuan dalam hampir semua jenis kegiatan, mulai dari menjadi sukarelawan hingga membantu merawat cucu hingga melakukan hobi sosial. “Ini tentang pentingnya komunitas dan melayani orang lain,” kata Catherine Johnson, M.D., pendiri dan direktur medis Precision Medical Care di Clarendon Hills, Illinois, AS.

Baca juga:

Kreativitas Sederhana yang Bikin Panjang Umur

Mitos 3: Kalau keluarga ada yang mati muda, kamu juga akan mengalaminya

Berhenti Percaya Mitos Tentang Panjang Umur Jika Ingin Hidup Lebih Lama
Genetika hanya menyumbang sebagian kecil dari umur panjangmu. (Foto: freepik/tirachardz)

Genetika hanya menyumbang sebagian kecil dari umur panjangmu. Memang, DNA penting. Menurut penelitian, jika kamu memiliki setidaknya satu orang tua yang hidup melewati usia 70 tahun, peluangmu untuk hidup lebih lama akan meningkat.

Namun, kebiasaan gaya hidup dan lingkungan, keduanya memengaruhi bagaimana DNA kamu diekspresikan. Dan hal ini memainkan peran yang jauh lebih besar, kata Johnson.

Ketika para peneliti mempelajari lebih dari 123.000 orang, mereka menemukan bahwa lima kebiasaan gaya hidup khususnya: menjaga berat badan yang sehat, tidak pernah merokok, berolahraga, mengikuti diet sehat, dan konsumsi alkohol hanya dalam jumlah sedang, sangat meningkatkan harapan hidup pada usia 50 tahun. Selain itu, akses ke udara dan air bersih juga berperan, kata direktur medis Princeton Longevity Center David Fein, MD seperti diberitakan Prevention.

Namun, bicarakan dengan dokter tentang riwayat keluargamu jika ada yang dapat menunjukkan risiko lebih besar untuk penyakit terkait genetik, sehingga kamu dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dan menemukan cara untuk menurunkan risiko tersebut, pesan Fein.

Mitos 4: Menghindari penuaan

Berhenti Percaya Mitos Tentang Panjang Umur Jika Ingin Hidup Lebih Lama
Orang yang menerima prosen penuaan pada tubuhnya, rata-rata hidup 7,5 tahun lebih lama. (Foto: freepik/jcomp)

Tidak diragukan lagi beberapa aspek penuaan memang menyebalkan dan sebisa mungkin dihindari atau dikurangi efeknya. Namun, tidak semuanya buruk dan harus dihindari. Penelitian menemukan bahwa orang yang menerima prosen penuaan pada tubuhnya, rata-rata hidup 7,5 tahun lebih lama daripada mereka yang takut akan penuaan.

Ini mungkin sebagian karena orang yang memiliki pandangan yang lebih suram tentang bertambahnya usia kurang proaktif dalam mencari perawatan kesehatan ketika masalah muncul. Mereka mungkin hanya menganggapnya sebagai penuaan dan gagal mengatasinya.

Jadi, bahkan jika kamu berpikir setiap sendi kaku atau penurunan energi adalah karena kamu tidak semuda dulu, ada baiknya membicarakan semuanya dengan doktermu.

Sebagai contoh: Memang benar bahwa respons kekebalan tubuh melemah seiring waktu, yang dapat membuat tubuh berada dalam keadaan peradangan kronis, dan itu terkait dengan penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Namun, dengan makan lebih sedikit gula, berolahraga lebih banyak, menghabiskan lebih banyak waktu di luar, mengelola stres, dan mengonsumsi makanan yang kaya asam lemak omega-3, kamu dapat mengurangi peradangan, kata Johnson.

“Saya biasa memberi tahu pasien saya, 'Oh, itulah yang terjadi ketika kamu bertambah tua,' tetapi saya sudah berhenti mengatakan itu. Saya percaya kita bisa mengatur bagaimana tubuh kita menua," demikian Catherine Johnson. (aru)

Baca juga:

Penelitian: Makanan Ini Dapat Memperpanjang Umurmu

#Kesehatan #Tips Kesehatan #Info Kesehatan #Mitos #Panjang Umur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Bagikan