Relasi

Berhenti Merokok demi Hubungan yang Lebih Baik

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 22 Januari 2022
Berhenti Merokok demi Hubungan yang Lebih Baik

Kesempatan yang baik untuk berhenti merokok. (Foto: Pexels/RODNAE Productions)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARUS diakui bahwa rokok memiliki efek buruk bagi kesehatan. Sayangnya banyak orang yang mengabaikannya. Tidak hanya itu, banyak juga yang tidak mempedulikan kesehatan orang lain dengan merokok di tempat terbuka.

Tetapi apakah hal ini akan berbeda jika kamu memiliki pasangan yang sangat membenci zat adiktif ini? Apakah kamu akan berhenti merokok? Tentunya hal ini memerlukan pertimbangan bagi orang yang sudah kecanduan dengan barang ini.

Baca Juga:

Ini Cara Membuat Anak-Anak Menyukaimu

rokok
Rokok bisa menjadi pembatas bagi beberapa orang untuk memiliki hubungan. (Foto: Unsplash/M Azharul Islam)

Dalam sebuah hubungan tentunya akan ada dealbreaker (pemutus hubungan) dan juga ada non-starter. Menurut pakar hubungan eHarmony Laurel House yang dilansir dari Lifehacker, non-starter adalah nilai yang tegas dan tidak mengikat yang memungkinkan kamu untuk tidak dapat memulai suatu hubungan. Mereka adalah seseorang yang memiliki pengalaman dan kebutuhan pribadi atas hidupnya sendiri. Bisa seputar agama, politik, narkoba, alkohol, hubungan masa lalu yang buruk dengan mantan, hal-hal negatif ataupun keuangan.

Saat ini banyak sekali aplikasi kencan yang bisa memberikan ruang untuk kamu yang ingin menunjukan tipe pasanganmu, apakah kamu menginginkan pasangan perokok atau tidak. Aplikasi kencan ini juga memungkinkan untuk para penggunan nya memfilter kecocokan sesuai keinginan yang telah ditulisnya sebelumnya. Jika kamu perokok yang ingin memiliki pasangan, tetapi yang tidak mempermasalahkan rokok bisa memulai untuk mencarinya di aplikasi kencan.

Namun jika kamu mendapatkan pasangan yang memberi sinyal bahwa ia tidak menyukai kebiasaan merokok, janganlah bersikap defensif. Kamu harus mendengarkan penjelasan dari pasanganmu dahulu. Cobalah pertimbangkan kesempatan ini untuk membuat pilihan yang lebih baik. Jika kebiasaanmu tidak bisa diubah dan kamu tidak segera membicarakannya, hal ini akan menyebabkan hubunganmu menjadi retak.

Melansir dari Lifehacker, seorang model berusia 26 tahun mengatakan bahwa dia memilih untuk tidak berkencan dengan perokok karena tidak ingin memicu dirinya menjadi perokok. Dia tidak mengesampingkan pilihan berkencan dengan perokok tetapi dia lebih memilih menghindarinya untuk hubungan yang baik di masa depan.

Baca Juga:

Belum Punya Anak? Begini Merespons Pertanyaan Anggota Keluarga

rokok
Pertimbangkan berhenti merokok untuk mendapatkan pasangan yang lebih baik. (Foto: Pexels/George Morina)

Ketidaksukaan orang dengan rokok bisa dari berbagai hal. Mereka mungkin membenci bau yang tidak mengenakan. Bisa jadi karena anggota keluara yang sakit atau meninggal akibat pernyakit yang berhubungan dengan rokok. Mereka juga mungkin mengkhawatirkan kesehatanmu. Cobalah dengarkan dan hormati saat mereka membicarakan masalah yang penting ini, walaupun pada akhirnya hubungan kalian berakhir.

Di sisi lain, mungkin kamu berpikir apakah kamu layak mengubah dirimu hanya untuk orang lain? Tentunya jawaban ini bisa kamu tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu ingin atau tidak, karena orang lain tidak bisa memaksa kehendakmu. Mengubah diri sendiri untuk orang lain bukanlah ide yang buruk. Jika kamu memilih berhenti merokok karena pasanganmu. Berarti kamu membuat langkah yang positif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Jika kamu memang tidak bisa untuk berhenti merokok coba pikirkan kembali alasan yang tepat untuk mengatakan bahwa kamu tidak bisa berhenti untuk merokok. Ini berararti kamu harus bersabar untuk menunggu seseorang yang tidak keberatan dengan kebiasaanmu. Kamu memiliki hak untuk melakukan apa yang kamu inginkan selain itu tentunya kamu sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan bagi dirimu sendiri. (pid)

Baca Juga:

Hati-hati Gaslighting yang Dilakukan Pasangan

#Lipsus Resolusi Refleksi Januari #Relasi #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan