Hobi

Berawal dari Iseng, Bisnis Ikan Cupang Raup Omzet Rp500 juta

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 06 Juli 2020
Berawal dari Iseng, Bisnis Ikan Cupang Raup Omzet Rp500 juta

Bisnis ikan cupang raih omzet Rp500 juta sebulan (Foto: MP/Ahmad Dani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WAJIB coba nih bisnis ikan cupang. Berawal dari hobi dan keisengan, Ivan Prima Kosalim membangun usaha ikan cupang. Tak disangka, usaha yang dirintis sejak tahun 2017 itu kini sudah mendatangkan omzet hingga Rp500 juta per bulan.

Pria 30 tahun itu semula ialah seorang pengusaha besar pengolahan biji plastik. Usaha yang dimulai sejak belia ini mulai menunjukkan masalah pada tahun 2017 silam. Bahkan, boleh dibilang usaha Ivan nyaris bangkrut.

Baca juga:

Mengenal Pesona Ikan Cupang dari Komunitas Cupang Sahabat Tangsel

Akhirnya Ivan memutuskan menutup usaha pengolahan biji plastiknya pada November 2017. "Bahkan anak yang lahir bulan Januari 2018 saya gak punya duit sedikitpun," cerita Ivan kepada merahputih.com saat ditemui di Depok, Minggu (5/7).

Usaha Ivan bangkrut karena ia memiliki hutang dengan sejumlah suplier dan rekanan di bisnis biji plastik. "Utang saya sampai 800 jutaan," ujarnya mengenang.

Satu rumah dan satu mobil HRV milik Ivan harus dilepas untuk bisa membayar hutang. "Setelah utang saya selesaikan baru saya pelan-pelan bangkit," paparnya.

Ivan sempat bangkrut sebelum menjalani bisnis ikan cupang Foto: MP/Ahmad Dani)

Berbekal modal dari sisa jual aset dan bisnis aksesori ikan cupang secara online yang dimulai sejak 2017, Ivan mulai bangkit dan menggeluti bisnis baru.

Pelan tapi pasti, Ivan bisa mulai bangkit. Dimulai dengan cara menyisihkan laba dari bisnis online akesori ikan cupang, Ivan terus menambah produk supaya terus meningkat.

"Duit laba yang saya dapat gak dipake semua, sebagian saya sisihkan untuk belanja produk. Terus nambah begitu sampai akhirnya saya bisa membeli tanah 300 meter," ujar Ivan.

Baca juga:

Menuai Berbagai Manfaat dari Bercocok Tanam

Di tanah itulah kemudian Ivan membangun peternakan ikan yang diberi nama dari anak pertamanya Maddie, sehingga dinamai Maddie Land Beta Farm.

Sejak 2017 hingga kini terdapat ribuan ekor ikan cupang dari berbagai jenis yang ia miliki. Di peternakan ikan yang memiliki nama latin Betta channoides itu bisnis Ivan mulai merangkak naik hingga akhirnya dia memutuskan untuk dirilis kepada masyarakat.

"Saya bangun bertahap nyicil dulu. Begitu sudah jadi tepatnya Oktober 2019 lalu saya baru berani launching. Jadi usia bisnis saya sebenarnya belum genap setahun," ujarnya.

Bisnis cupang semakin tren sejak pandemi (Foto: MP/Ahmad Dani)

Ivan mengaku pendapatan bisnisnya melonjak semenjak pandemi COVID-19. "Kenaikan drastis sampai dua kali lipat dibandingkan sebelum Corona," ujarnya.

Ivan pun tak sungkan berbagi cerita apa yang dilakukan di balik kesuksesan. Dia mengaku sebelum mendalami bisnis ikan cupang, dirinya terlebih dahulu memahami persoalan yang dihadapi para pecinta ikan cupang. "Dari pengalaman saya mengalami kesulitan itu kemudian yang menjadi ide untuk saya berjualan asesori ikan cupang,"ujar Ivan.

Dia mencontohkan ketika dia mengalami kesulitan mendapatkan pakan jentik nyamuk dan cacing maka dia pun terbesit ide untuk menjual pelet sebagai pakan ikan.

"Jadi dari situ saya paham pasti akan ada banyak orang yang juga mengalami kesulitan seperti saya. Di situlah saya lihat ada peluang bisnis," ujarnya. (Ahmad Dani/Jabodetabek)

Baca juga:

Nih Bedanya Brompton Tipe S, M, P, dan H

#Perikanan #Bisnis #Juli MP X
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare untuk Dongkrak Ekspor
Prabowo menyiapkan proyek budidaya perikanan berskala besar hingga 14 ribu hektare untuk memperkuat ekspor dan devisa Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Prabowo Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare untuk Dongkrak Ekspor
Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan
Program KNMP yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terbukti mampu memperluas jenis pekerjaan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan
Indonesia
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Program tersebut dinilai akan memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan ketahanan pangan berbasis kelautan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 April 2026
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Bagikan