Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan

Hasil Tangkapan nelayan Kerang Hijau Terdampak Pagar Beton Laut Cilincing Jakarta Utara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PROGRAM Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di wilayah pesisir. Tak sekadar membangun infrastruktur, program ini mampu mendorong diversifikasi pekerjaan masyarakat nelayan hingga meningkat drastis.

Program KNMP yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terbukti mampu memperluas jenis pekerjaan. Dari sebelumnya hanya dua jenis menjadi 12 jenis pekerjaan atau meningkat hingga 500 persen.

Ragam pekerjaan tersebut mencakup sektor pengolahan hasil laut, distribusi logistik, hingga usaha kuliner berbasis perikanan.

"Program KNMP membuka lapangan kerja baru secara signifikan. Jenis pekerjaan berkembang dari dua jenis menjadi 12 jenis pekerjaan, atau naik 500 persen, termasuk pengolahan, logistik, hingga usaha kuliner," ujar Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dalam konferensi pers yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Rabu (1/4).

Tak hanya dari sisi jenis pekerjaan, peningkatan juga terjadi pada jumlah tenaga kerja yang terserap, bertambah dari 120 orang menjadi 170 orang atau tumbuh sebesar 47 persen. Hal itu memperlihatkan satu kawasan kampung nelayan kini mampu menopang kehidupan lebih banyak masyarakat. "Ini berarti satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat," kata Qodari.

Baca juga:

Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun



Program KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir. Transformasi ini mencakup penguatan sistem produksi, distribusi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya," kata dia.

Dampak ekonomi yang dihasilkan pun mulai terasa. Hal ini ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat serta aktivitas produksi yang semakin berkembang. Program ini juga terbukti meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di desa. "Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak," ujarnya.

Pembangunan KNMP tahap I dimulai pada awal September 2025 di 65 desa atau kelurahan yang tersebar di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi. Sementara itu, tahap II dimulai pada Desember 2025 di 35 desa atau kelurahan di 35 kabupaten/kota di 17 provinsi.

Pada 2026, pemerintah menargetkan ekspansi program ini hingga mencapai 1.000 lokasi kampung nelayan di seluruh Indonesia. Target ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi di sektor kelautan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi berbasis desa.(Asp)

Baca juga:

Pemerintah Sediakan Balok Es, Prabowo Klaim Pendapatan Nelayan Naik 100 Persen

#Nelayan #Perikanan #Kesejahteraan Nelayan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Ratusan nelayan Pandeglang terpaksa tidak melaut akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang bikin ikan kabur
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Indonesia
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Ledakan bom ikan di Pandeglang, Banten, menewaskan seorang nelayan dan melukai istrinya. Tim Gegana lakukan sterilisasi, INAFIS olah TKP.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Indonesia
26 Hari Terapung di Samudra Pasifik, Nelayan Ternate Esau Selamat Berkat Air Hujan dan Alat Pancing
Esau Sidemo, nelayan asal Maluku Utara, bertahan hidup 26 hari di Samudra Pasifik hanya dengan air hujan, ikan, dan burung.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
26 Hari Terapung di Samudra Pasifik, Nelayan Ternate Esau Selamat Berkat Air Hujan dan Alat Pancing
Indonesia
Air Dermaga Marunda Surat Imbas Kemarau, Kapal-Kapal Nelayan Berguguran Kandas
Musim kemarau membuat perairan Dermaga Marunda Jakarta Utara surut. Sejumlah kapal nelayan kandas
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Air Dermaga Marunda Surat Imbas Kemarau, Kapal-Kapal Nelayan Berguguran Kandas
Indonesia
Hebat! Koperasi Merah Putih Bilelando 3,5 Bulan Untung Rp 133 Juta Layani 300 Nelayan
KNMP Bilelando di Lombok Tengah mencatat keuntungan Rp133 juta dalam 3,5 bulan operasional.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Hebat! Koperasi Merah Putih Bilelando 3,5 Bulan Untung Rp 133 Juta Layani 300 Nelayan
Indonesia
Berton-ton Ikan Keramba Mati Mendadak di Waduk Kedung Ombo, Nelayan Rugi Ratusan Juta
Sebanyak 10 ton ikan keramba di Waduk Kedung Ombo mati mendadak akibat fenomena upwelling. Nelayan rugi Rp 247 juta.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Berton-ton Ikan Keramba Mati Mendadak di Waduk Kedung Ombo, Nelayan Rugi Ratusan Juta
Indonesia
Harga BBM Khusus Nelayan Turun, Legislator Ingatkan Harus Tepat Sasaran
Kebijakan tersebut dinilai menjadi angin segar bagi para pelaku usaha perikanan, khususnya pemilik kapal berukuran 30 gross ton (GT) hingga 200 GT.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Harga BBM Khusus Nelayan Turun, Legislator Ingatkan Harus Tepat Sasaran
Indonesia
Pengusaha Kapal Ikan 30 Sampai 200 Gross Ton Dapat Harga BBM Khusus, Rp 15.000 Per Liter
Harga tersebut dihitung dari rata-rata biaya produksi solar dalam negeri sebesar Rp 18.600 per liter. Selisih sekitar Rp 3.600 per liter akan ditanggung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Pengusaha Kapal Ikan 30 Sampai 200 Gross Ton Dapat Harga BBM Khusus, Rp 15.000 Per Liter
Indonesia
Peningkatan Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Wanti-wanti Nelayan Tidak Mendekat
Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda bagian utara siaga level III dari sebelumnya waspada level II.
Frengky Aruan - Rabu, 08 Juli 2026
Peningkatan Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, BPBD Wanti-wanti Nelayan Tidak Mendekat
Indonesia
4 Nelayan Terobos Perairan Malaysia Dipulangkan ke Indonesia
KJRI Johor Bahru kemudian memfasilitasi penerbitan Check Out Memo (COM) dan Special Pass dari Jabatan Imigresen Malaysia sebagai persyaratan administrasi kepulangan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
4 Nelayan Terobos Perairan Malaysia Dipulangkan ke Indonesia
Bagikan