Bentrokan Pendukung dan Penentang Presiden Trump di Taman California

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 16 April 2017
Bentrokan Pendukung dan Penentang Presiden Trump di Taman California

Bentrok Massa Pendukung dan Penentang Presiden Trump di Taman California ( Gettyimages )

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Para pendukung dan penentang Presiden Donald Trump terlibat dalam bentrokan pada Sabtu (15/4), ketika masing-masing kelompok itu mengadakan rapat umum.

Polisi menangkap sedikitnya 20 orang dan berusaha melerai dua kubu yang berseteru itu.

Pihak berwajib terpaksa menggunakan bahan peledak ke arah satu titik dalam usaha memulihkan ketertiban ketika perkelahian pecah di antara dua kelompok itu dan orang-orang saling melempar botol-botol dan kaleng-kaleng padahal dua kubu tersebut telah dipisahkan oleh sebuah penghalang.

Wartawan Reuters menyaksikan wajah sejumlah orang berdarah dan menderita luka-luka ringan. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai korban luka-luka atau meninggal dari pihak berwajib. Media yang mengutip kepolisian melaporkan sedikitnya 11 orang luka-luka.

Polisi mengatakan penangkapan-penangkapan bisa dilakukan setelah rekaman video diambil selama bentrokan diselediki.

Peristiwa itu terjadi ketika ratusan penentang Trump mengadakan aksi tandingan di sebuah taman yang bersamaan waktunya ketika sebagian besar pendukung Trump menyelenggarakan "Hari Patriot" yang di dalamnya peserta dapat bebas berbicara dan piknik.

Antara 500 dan 1.000 orang berada di taman itu sementara pawai berlangsung, demikian perkiraan wartawan Reuters.

Di antara penentang Trump, ada sejumlah orang yang mengenakan masker dan berpakaian hitam. Di pihak lain termasuk mereka yang menamakan dirinya "patriot" dan "nasionalis", pendukung Trump, dan pendukung kebebasan bicara dan kelompok-kelompok lain.

Sedikitnya 100 orang dari kedua kubu akhirnya keluar dari taman dan pergi ke salah satu persimpangan utama di Berkeley, tempat mereka meneruskan perkelahian, mengumpat, dan memaki-maki satu sama lain.

Jumlah personel kepolisian relatif sedikit saat itu, dan hanya dua atau tiga personel tampak dekat persimpangan itu.

Berkeley sendiri memiliki sejarah panjang aktivitas liberal dan Universitas California, Berkeley, adalah pusat protes pada tahun 1960-an.

Sumber: REUTERS/ANTARA

#Donald Trump #Tawuran Pemuda #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan