Bentrok saat Malam Takbiran, Warga Dua Desa Sepakat Berdamai

Eddy FloEddy Flo - Senin, 26 Juni 2017
Bentrok saat Malam Takbiran, Warga Dua Desa Sepakat Berdamai

Suasana di Kayu Aro, Kerinci, Jambi (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Warga dua desa di Kabupaten Kerinci yang bentrok pada saat merayakan malam takbiran hingga menewaskan satu orang pemuda, akhirnya sepakat untuk melakukan perdamaian setelah diadakan pertemuan antartokoh agama dan adat kedua desa tersebut.

"Warga Desa Tamiai, Pasar Tamiai dan Desa Pematang Lingkung yang bentrok pada Sabtu malam (24/6) akhirnya mendapatkan kesepakatan untuk berdamai," kata Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin, Senin (26/6).

Berdasarkan pertemuan yang dilaksanakan di rumah tokoh adat dan agama, Depati Muara Langkap, pada Minggu pukul 02.45 WIB, yang dihadiri langsung oleh Kapolres, Danramil, Wakil Bupati beserta Kepala Desa (Kades) menghasilkan kesepakatan damai.

Para tokoh adat dan agama ke dua desa yang terlibat bentrok, telah menandatangani hasil kesepakatan antardesa yang terlibat bentrok, telah sepakat untuk berdamai, kata Zainal Abidin.

Sementara itu secara terpisah Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto juga membenarkan, bahwa kedua belah pihak sudah sepakat berdamai dan sudah menandatangani surat perdamaian dan kedua desa sudah menandatangani perjanjian damai dan mereka siap menjaga Kamtibmas di sana.

Terdapat tiga poin kesepakatan damai itu bahwa desa yang terlibat bentrok sepakat untuk menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak yang berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kemudian pihak desa juga sepakat menjaga situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan menahan diri agar tidak melakukan tindakan perbuatan melawan hukum serta juga para tokoh desa, siap membantu pihak kepolisian dalam rangka penegakan hukum terhadap kasus tersebut.

"Kini situasi di dua desa yang terjadi bentrok pemudanya, sudah sangat kondusif dan aman terkendali dengan tetap menempatkan polisi untuk tetap berjaga di dua desa tersebut guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan bisa terjadi kembali," kata Dwi Mulyanto.

Kabupaten Kerinci merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang jaraknya lebih kurang 550 kilometer dari Kota Jambi atau bisa ditempuh dengan jalur darat selama 12 jam perjalanan dan kabupaten tersebut berdekatan dan Provinsi Sumatera Barat.

Sumber: ANTARA

#Tawuran #Tawuran Pemuda #Malam Takbiran #Pawai Malam Takbiran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
pemeriksaan yang dijalankan tersebut ditanyakan berapa orang yang bertugas, dan apakah sudah menjalankan prosedur memberikan tembakan peringatan, termasuk senjata api yang digunakan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Satu Warga Tewas Saat Diduga Tengah Tawuran Akibat Tembakan di Makassar, 5 Polisi Diperiksa
Indonesia
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta RT/RW, FKDM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, dan camat memperkuat deteksi dini usai bentrokan di Matraman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPRD DKI Soroti Bentrokan Matraman, RT/RW hingga Aparat Diminta Perkuat Pengawasan
Indonesia
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Anggota Komisi III DPR RI meminta kepolisian memperkuat kamtibmas, meningkatkan patroli, dan mencegah aksi balasan usai bentrokan antarwarga di Menteng.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Kepolisian Bergerak Cepat Redam Konflik usai Bentrokan di Menteng
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bentrokan di Matraman tidak boleh dikaitkan dengan isu suku atau etnis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Indonesia
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Konflik horizontal yang tidak segera ditangani berpotensi memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, merusak rasa aman warga, hingga menimbulkan kerugian ekonomi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Indonesia
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Matraman, Gubernur Pramono Dukung Proses Hukum hingga Tuntas
Indonesia
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
MI Raudlotul Athfal Karisma di Menteng terapkan PJJ pasca bentrokan Jalan Tambak. Camat Menteng pastikan keamanan dipantau, warga diminta tidak terprovokasi. Satu korban tewas, satu kritis di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Siswa Sekolah Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Terpaksa Belajar dari Rumah
Indonesia
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Polda Metro Jaya tetapkan 7 tersangka bentrok Matraman dan Jalan Tambak. 4 tersangka kasus perusakan, 3 tersangka kasus pengeroyokan. Satu korban tewas, satu luka dirawat di RSCM.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Polda Tetapkan 7 Tersangka Bentrok Berdarah di Matraman dan Jalan Tambak
Indonesia
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
DPRD DKI Jakarta soroti bentrok berdarah di Matraman. Anggota Komisi A PSI Kevin Wu minta Pemprov perkuat Satgas Jaga Jakarta dan FKDM untuk cegah konflik sosial.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Bentrok Berdarah di Matraman, DPRD Suruh Pemprov Cek Satgas Jaga Jakarta di Sana Aktif Tidak
Indonesia
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Salah satu kelompok warga mendatangi tempat jualan sarapan, namun merasa kecewa akibat tidak mendapatkan pelayanan secara baik
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Bagikan