Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Karier

Benci dan Bosan dengan Pekerjaanmu? Mungkin Inilah Alasannya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Juni 2019
Benci dan Bosan dengan Pekerjaanmu? Mungkin Inilah Alasannya

Mungkin Inilah Alasan Mengapa Kamu Bosan Akan Pekerjaanmu (Foto: Pexels/Snapwire)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU mungkin pernah mengalami hal ini, di mana saat kamu mengalami suntuk atau bosan dengan pekerjaanmu di kantor. Walau banyak beberapa faktor yang membuatmu ingin cepat-cepat minggat dari kantor itu. Apakah kamu harus melakukan hal itu? Pekerjaan memang susah dicari, tetapi melepaskan pekerjaanmu hanya karena hal yang membuat emosimu bergoyang? Sebelum kamu meninggalkan pekerjaanmu, mungkin inilah alasan mengapa kamu benci akan pekerjaanmu.

1. Passion Kamu Bukan di Pekerjaan Itu

Benci dan Bosan dengan Pekerjaanmu? Mungkin Inilah Alasannya
Passion Kamu Tidak Sesuai dengan Pekerjaanmu (Foto: Pexels/Christina Morillo)

Mungkin beberapa orang akan berkata "aku benci akan pekerjaanku" ketika ia mendapatkan apa yang bukan ia pelajari ketika zaman sekolah atau perguruan tingginya. Namun hal ini biasanya tergantung dari bagaimana kamu menyukai pekerjaan yang kamu lakukan sekarang.

Perusahaan seperti biasa akan memberikanmu opsi terbaik sesuai dengan kapasitas kemampuanmu, tetapi dengan sebaik itu perusahaan, apakah kamu masih tetap membenci pekerjaanmu?

Mungkin jika kamu belum terlalu memumpuni job desk kamu, cobalah untuk meminta kepada perusahaan itu untuk mencari job desk yang mungkin berdekatan dengan kesukaan kamu. Daripada kamu harus berpindah dari perusahaan itu, kan susah untuk mendapatkan pekerjaanmu kembali.

2. Kamu Bertemu dengan Orang yang Sama

Benci dan Bosan dengan Pekerjaanmu? Mungkin Inilah Alasannya
Teman Kerjamu yang Tidak Memiliki Sifat Empati Kepadamu (Foto: Pexels/bruce mars)

Bertemu dengan orang yang membuatmu tertarik untuk mendengar semua isi kesehariannya, ataupun kerabat kerjamu bisa menghebohkan seisi ruangan kantormu akan membuatmu senang setiap hari.

Tetapi disaat kamu bertemu dengan kerabatmu terus menerus tanpa sedikitpun empati dan memiliki ego sendiri-sendiri, kamu akan merasa ingin cepat-cepat keluar dari kantor tersebut.

Ternyata menurut survey dari Gallup, 37% orang yang mengisi survey yang mereka buat lebih memilih ingin bekerja secara remote diluar kantor, dan sisanya lebih memilih untuk bekerja dikantor saja.

Beberapa alasan yang cukup logis untuk bekerja remote adalah antara pekerja itu sedang sibuk, atau memang pekerja tersebut tidak ingin bertemu terus dengan teman kantornya setiap hari.

Menurut BusinessSolver, 92% dari para pekerja yang bekerja di kantor lebih nyaman jika ia bekerja bersama orang-orang yang tidak memiliki sifat empati kepadanya.

3. Berfokus Kedalam Hal Negatifnya

Benci dan Bosan dengan Pekerjaanmu? Mungkin Inilah Alasannya
Kebanyakan Hal Negatif Membuatmu Ingin Pergi Saja (Foto: Pexels/bruce mars)

Dimarahi atasan, lingkungan yang tidak memungkinkan, bahkan memiliki masalah pribadi kepada kerabat kerjamu juga bisa menjadi alasan mengapa kamu benci dengan pekerjaanmu. Apalagi jika pekerjaan yang kamu inginkan ternyata diluar ekspektasi kamu setelah setahun kamu bekerja disana.

Walau kamu sudah bersusah payah untuk memberikan performa yang terbaik, namun ketika hal negatif itu tetap datang sepertinya kamu harus berpikir dua kali akan pekerjaanmu.

Mungkin kamu memiliki banyak pertanyaan yang kamu pikirkan seperti "Mengapa aku bekerja disini?" dan "Apakah aku harus menghadapi cobaan yang tidak masuk akal ini?" Namun yang sebenarnya terjadi adalah kamu terpaku akan hal-hal negatif yang kamu dapat dalam pekerjaanmu. Rasa takut akan kegagalan dalam pekerjaanmu pun sudah biasa berdengung di pikiranmu.

Cobalah untuk mencari hal yang positif dalam pekerjaanmu, selain membuatmu lebih termotivasi untuk datang ke kantor. Kamu pun juga bisa menghindari hal-hal negatif yang kamu alami di kantor. (dnz)

#Pekerjaan #Sukses Dalam Pekerjaan #Pekerja Kantoran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Sejumlah pekerja melintas dekat badut yang tertidur di Kawasan JPO Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 Juli 2026
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Berita Foto
Program Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Aktivitas sejumlah pekerja kantoran saat berjalan di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Pancoran, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 06 Juli 2026
Program Magang Nasional 2026 Dibuka 15 Juli 2026, Targetkan 150 Ribu Peserta
Indonesia
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Angka pengangguran di Solo kini masih menembus 6.943 orang. Jumlah itu didominasi oleh lulusan SMA/SMK.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Indonesia
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 83 persen pekerja berhasil mendapat kenaikan gaji setelah negosiasi. Simak empat tips mengajukan kenaikan gaji ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Indonesia
Tak Semua Pekerja Dapat Kenaikan Gaji Tinggi, Ini Temuan Salary Pulse Indonesia 2026
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 62 persen pekerja mendapat kenaikan gaji. Mayoritas naik 5 persen, sementara sektor teknologi menjadi yang tertinggi dengan 61 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
Tak Semua Pekerja Dapat Kenaikan Gaji Tinggi, Ini Temuan Salary Pulse Indonesia 2026
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Indonesia
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Pendiri LSI, Denny JA mengatakan, bahwa Indonesia sedang menyaksikan kemunculan kelas sosial baru, yaitu Digitally Vulnerable Class (DVC).
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Indonesia
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
PHK 2026 kini sudah menembus 23.470 orang. Komisi IX DPR pun mendesak hak pekerja segera dipenuhi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Jumlah pengangguran di Jakarta kini mencapai 333 ribu orang. Lulusan SMA/SMK paling terdampak.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Bagikan