Kesehatan

Kualitas Tidur Buruk Bikin Cranky?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 20 Januari 2020
Kualitas Tidur Buruk Bikin Cranky?

Kurang tidur bisa menyebabkan gampang marah (Foto: Pexels/Acharaporn Kamornboonyarush)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU pasti pernah menyadari saat kamu kurang tidur, kamu akan menjadi orang yang lebih sensitif dan mudah marah. Namun, sebagian orang tidak menyadari bahwa kurangnya waktu tidur bisa menyebabkan seseorang tidak dapat mengontrol dirinya dengan baik. Selain itu, mereka yang kurang tidur tidak dapat berpikir dengan jernih, pada gilirannya membuat mereka menjadi mudah emosi.

Kurang tidur tidak hanya mempengaruhi emosi saja, namun juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Mau tau apa yang akan terjadi pada otak jika kurang tidur dan bagaimana kurang tidur dapat mepengaruhi kesehatan mental seseorang? Melansir dari berbagai sumber, simak ulasan di bawah ini.

Baca juga:

Kurang Tidur Tapi Tetap Harus Bekerja, Ini Akibatnya..

Hubungan antara kurang tidur dan kesehatan mental cenderung lebih kompleks dari yang dibayangkan. Sederhananya, disaat seseorang kurang tidur waktu otak untuk beristirahat jadi sangat minim. Otak kamu jadi berkerja lebih keras yang akan membuat kinerjanya tidak efiesien.

Benarkah Kurang Waktu Tidur Bikin Orang Jadi Cranky?
Kurang tidur bisa menimbulkan depresi (Foto: pexels/Engin Akyurt)

Otak memiliki bagian yang bernama amygdala. Ketika kurang tidur, bagian tak ini akan mengalami peningkatan aktivitas hingga 60%. Semakin tingginya aktivitas otak karena kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan otak dalam mengendalikan emosi atau mood seseorang. Hal ini bisa menyebabkan seseorang mengalami depresi. Dilansir dari Health Harvard, orang yang menderita depresi kebanyakan orang yang memiliki insomnia.

Baca juga:

Dampak Kurang Tidur Bagi Kecantikanmu

Selain itu, kurang tidur juga bisa menyebabkan seseorang menderita ADHD atua gangguan hiperaktif dan defisit atensi. Orang yang menderita ADHD akan lebih sulit untuk konsentrasi dan susah untuk mengontrol emosinya.

Benarkah Kurang Waktu Tidur Bikin Orang Jadi Cranky?
Kurang tidur bisa membuat orang susah untuk konsentrasi (Foto: pexels/Elias Ficavontade)

Dalam hal ini penderita ADHD bisa merasakan hiperaktif dan mengantuk dalam waktu yang bersamaan. Sulit untuk konsesntrasi atau menentukan pilhan di tahap ini merupakan gambaran dari pikiran berkabut atua brain fog yang bisa terjadi kepada orang yang kelelahan dan kurang tidur.

Benarkah Kurang Waktu Tidur Bikin Orang Jadi Cranky?
Selain memengaruhi emosi, kurang tidur juga bisa menimbulkan serangan panik (Foto: pexels/Vera Arsic)

Kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko gangguan bipolar dan ganggaun kecemasan. Bipolar merupakan gangguan otak yang dapat menyebabkan perubahan energi, suasana hati, dan tingkat aktivitas yang tidak biasa. Penderita bipolar pada umumnya sering mengalami masalah tidur. Selain akan mempengaruhi emosi seseorang, kurang tidur juga bisa menimbulkan serangan panik. (Bel)

Baca juga:

Bahaya, Kurang Tidur Bikin Selalu Negative Thinking

#Kesehatan #Info Kesehatan #Kurang Tidur #Kualitas Tidur #Tidur Malam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan