Kesehatan

Benarkah Konsumsi Makanan ini Bikin Bau Badan?

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 10 Desember 2020
Benarkah Konsumsi Makanan ini Bikin Bau Badan?

Ternyata ada makanan yang mempengaruhi bau badan saat menjalankan program diet. (Foto: Pexels/rawpixelcom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAU badan bagaimanpun caranya dihindari oleh setiap orang. Munculnya bau badan dapat disebabkan dari berbagai hal. Seperti stres, pekerjaan, genetika, obat-obatan, bahkan diet turut menyumbangkan bau badan. Menghilangkan bau badan bisa dengan menggunakan deodoran. Namun penggunaan deodoran berlebih dapat menyebabkan dampak buruk bagi kulit.

Bau badan tidak sedap bisa berasal dari makanan tertentu yang dapat meresap ke dalam keringat sehingga menimbulkan bau badan yang tidak sedap. Bahkan makanan sehat juga dapat memicu timbulnya bau badan. Seperti dilansir dari laman BeBeautifulIn, untuk mengindarkan bau badan hindari makanan dan minuman berikut.

Baca juga:

5 Makanan ini Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh


1. Ikan

makan
Setelah mengkonsumsi ikan, beberapa orang akan mengeluarkan kolin dalam bentuk keringat, nafas, dan urine. (Foto: Pixabay/cattalin)


Ikan memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan karena memiliki kandungan lemak omega 3. Meski memiliki banyak manfaat, ternyata ikan dapat menyebabkan bau badan. Hal tersebut karena ikan memiliki kandungan kolin yang dapat menimbulkan bau amis sehingga mampu menyebabkan bau badan. Setelah mengkonsumsi ikan, beberapa orang akan mengeluarkan kolin dalam bentuk keringat, nafas, dan urine sehingga dapat menyebabkan bau badan yang tidak sedap.


2. Daging merah

makan
Daging merah mengandung asam amino yang dapat meninggalkan residu di usus. (Foto: Unsplash/Sven Brandsma)


Daging merah mengandung asam amino yang dapat meninggalkan residu di usus selama proses pencernaan. Saat mengkonsumsi daging merah, membutuhkan waktu lama untuk mencerna. Ketika makanan tidak tercerna dengan baik, maka racun dan gas berbau busuk akan dikeluarkan sehingga menimbulkan bau badan yang tidak sedap.

Baca juga:

Mulai Langka, Makanan Khas Papua Ini Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh


3. Sayuran Cruciferous

makan
Ada beberapa sayuran yang menyebabkan bau badan. (Foto: Unsplash/nrd)


Jenis sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis, dan kembang kol dapat menyebabkan bau badan. Hal ini karena sayuran tersebut mengandung sulfur, kandungan sulfur dapat membuat tubuh mengeluarkan aroma bau seperti telur busuk. Jika mengkonsumsi sayuran tersebut dalam jumlah besar maka ketersediaan sulur untuk bakteri kulit dapat meningkat. Meski begitu, kamu tidak perlu menghindarinya karena sayuran memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Jika ingin mengurangi bau badan, gantilah dengan sayuran yang tidak mengandung sulfur.

4. Asparagus

makan
Bau badan yang ditimbulkan karena mengkonsumsi asparagus tidak terlalu tercium oleh semua orang. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

Asparagus memiliki kandungan belerang sehingga dapat membuat urine menjadi bau. Hal tersebut karena senyawa sulfur merkaptan mengandung racun dan gas yang dapat terurai pada sistem pencernaan. Meskipun begitu, munculnya bau badan yang ditimbulkan karena mengkonsumsi asparagus tidak terlalu tercium oleh semua orang. (shf)

Baca Juga:

Kenapa Makanan Mewah Sering Dihidangkan dalam Porsi Kecil? Ini Jawabannya

#Makanan #Kesehatan #Bau Badan #Diet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan